https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Keren, Mahasiswa Paramadina Angkat Coexistence Lewat Film Dokumenter

Syafira | Jum'at, 30/01/2026 18:05 WIB



 Digarap mahasiswa, film dokumenter bertema coexistence atau hidup berdampingan melalui platform YouTube Tim mahasiswa Universitas Paramadina merilis sebuah film dokumenter bertema coexistence atau hidup berdampingan. (Foto: Jurnas/Ist).

Jakarta, Jurnas.com- Tim mahasiswa Universitas Paramadina merilis sebuah film dokumenter bertema coexistence atau hidup berdampingan melalui platform YouTube. Proyek ini merupakan bagian dari kolaborasi dengan Manara, Uni Emirat Arab, yang bertujuan memperkenalkan kepada audiens internasional bahwa Indonesia adalah negara dengan keragaman suku, agama, dan budaya yang telah lama hidup berdampingan dalam kehidupan sehari-hari.

Dokumenter ini menampilkan potret Indonesia sebagai ruang sosial yang plural, di mana perbedaan bukan hanya diakui, tetapi dijalani secara nyata. Namun, film ini tidak berhenti pada narasi harmoni semata. Ia juga mengajak penonton untuk melihat kerukunan sebagai proses yang terus diusahakan, bukan kondisi yang muncul tanpa sejarah.

Bryan Aurelius, salah satu pengunjung yang diwawancarai dalam dokumenter, menilai bahwa kondisi kerukunan di Indonesia saat ini berada pada tahap yang cukup baik, meski tidak lepas dari tantangan.

Baca juga :
Menenun Rindu, Film Dokumenter Panji Sakti yang Begitu Mengharukan

“Untuk sekarang menurutku bisa dibilang cukup oke. Kita punya track record yang cukup baik dalam hal kerukunan beragama. Aku lihat juga cukup banyak teman-teman dari agama lain yang saling respect. Tapi tentunya kita juga punya sejarah panjang yang bisa dipelajari, termasuk konflik beragama dan konflik etnis, yang ke depannya bisa diperbaiki sebagai agenda untuk menjaga keharmonisan di Indonesia,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa coexistence di Indonesia bukanlah sesuatu yang terjadi secara instan. Sejarah mencatat berbagai konflik berbasis agama dan etnis yang pernah terjadi di masa lalu. Namun, melalui proses refleksi, dialog, dan upaya bersama, masyarakat Indonesia terus belajar untuk membangun kehidupan yang lebih inklusif dan saling menghargai.

Baca juga :
Diaz Hendropriyono Luncurkan Film Dokumenter Dangerous Humans

Perspektif ini juga diperkuat oleh I Gede Wiyadnya, seorang Hindu lay priest (Pinandita) yang melayani di Pura Aditya Jaya, Jakarta Timur. Ia menjelaskan bahwa ruang keagamaan di Indonesia sering kali memiliki fungsi sosial yang melampaui ibadah semata.

“Pura Aditya Jaya bukan hanya tempat ibadah. Ia juga berfungsi sebagai tempat kegiatan sosial masyarakat, silaturahmi, pendidikan, dan kebudayaan. Bagi masyarakat Hindu Bali, ini dikenal sebagai tempat simrame, ruang untuk bertemu dan mempererat hubungan sosial,” jelasnya.
Melalui dokumenter ini, tim mahasiswa Universitas Paramadina berharap dapat menghadirkan gambaran Indonesia yang lebih utuh kepada dunia internasional bahwa hidup berdampingan bukan berarti tanpa perbedaan atau konflik, melainkan kemampuan untuk belajar dari masa lalu dan terus merawat keharmonisan di tengah keberagaman.

Baca juga :
Joshua Tree, Film Dokumenter Inspiratif Keluarga Penderita Autisme

Dokumenter ini mengambil lokasi di sejumlah ruang ibadah dan kawasan bersejarah di Jakarta yang merepresentasikan keberagaman agama dan budaya. Lokasi pengambilan gambar meliputi Masjid Istiqlal, Gereja Katedral Jakarta, Pura Adhitya Jaya Rawamangun, kawasan Glodok (Pecinan Jakarta), serta Gurdwara Guru Nanak Sikh Temple Jakarta.

Pemilihan lokasi-lokasi tersebut merefleksikan bagaimana ruang keagamaan dan ruang sosial di Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang interaksi, kegiatan sosial, pendidikan, dan pertukaran budaya lintas komunitas.

Melalui pemilihan lokasi-lokasi ini, dokumenter Sunday Diversity menampilkan bagaimana ruang ibadah dan ruang sosial di Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai tempat ritual keagamaan, tetapi juga sebagai titik temu lintas budaya, dialog, dan kehidupan bersama. Film dokumenter ini kini dapat disaksikan melalui kanal YouTube Sunday Diversity, yang dikelola oleh tim mahasiswa Universitas Paramadina.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Mahasiswa Paramadina film dokumenter bertema coexistence

Terkini | Jum'at, 03/04/2026 21:42 WIB

Humanika

Mengenang Mosi Integral M Natsir dan Usulan 3 April Diperingati Hari NKRI

News

Kemensos-BPS Percepat Pembaruan DTSEN, Penyaluran Bansos Bakal Lebih Cepat

News

Bensin Mahal, Kendaraan Listrik Laris Manis di Selandia Baru

News

Korut Hancurkan Kota Penyangga Stasiun Rudal, Disinyalir Ekspansi

Olahraga

Duo Manchester dan Juventus Berebut Tanda Tangan Sandro Tonali

News

Bangladesh Pangkas Jam Kantor, Siswa Sekolah dari Rumah

News

Trump Ancam Serang Jembatan dan Pembangkit Listrik Iran

News

PBB Bakal Voting Resolusi Selat Hormuz, China Menentang

Ekonomi

Dony Oskaria Dorong Pengembangan Poultry Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Humanika

MUI Soroti Agresi AS dan Israel, Desak PBB Tegakkan Keadilan Global

News

Menhan AS Mendadak Copot Kepala Staf Angkatan Darat, Ada Apa?

Olahraga

Tiga Klub Raksasa Inggris Incar Morgan Rogers, Harganya Tembus Rp2 Triliun

News

Bulgaria Ogah Ikut Operasi Militer di Hormuz, Belanda Siap Kirim Pasukan

Olahraga

Direktur Olahraga Liverpool Ingin Hengkang Usai Mengeluarkan Dana Banyak

Humanika

Mengenal Penamaan Selat Hormuz, Jalur Maritim Paling Strategis di Dunia

Ekonomi

Pemerintah Pastikan Uji Coba MLFF Dipersiapkan Matang dan Menyeluruh

Olahraga

Adeyemi Masuk Radar Barcelona, Dortmund Pasang Harga Tinggi

Olahraga

Rodri Dapat Tawaran Kontrak Baru di Manchester City

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777