Selat Hormuz yang kini diblokade oleh Iran selama perang melawan AS dan Israel (Foto: AFP)
Teheran, Jurnas.com - Puluhan ribu warga Iran di kota pelabuhan Sirik bagian selatan kehilangan akses terhadap air minum bersih, setelah serangan udara Amerika Serikat (AS) menghantam dua waduk penampungan di wilayah tersebut pada Rabu (10/6).
Aksi militer Washington menyasar kota-kota selatan seperti Jask dan Sirik, serta Pulau Qeshm yang berada di Selat Hormuz.
Langkah agresif tersebut diambil Pentagon sebagai respons atas klaim penembakan jatuh sebuah helikopter Apache Angkatan Darat AS oleh pihak Iran di atas perairan Teluk.
Sementara serangan udara AS merusak parah dua infrastruktur waduk utama yang menyuplai kebutuhan air bersih untuk wilayah Bemani dan Kouhestak di kota Sirik.
“Sayangnya, menyusul serangan ini, 20.000 penduduk di wilayah tersebut telah kehilangan akses terhadap air minum yang aman, dan dengan suhu yang berkisar antara 45 hingga 50 derajat Celsius, kondisi menjadi sangat sulit dan kritis bagi penduduk setempat,” demikian laporan media lokal dikutip dari Arab News.
Teheran menemukan hancurnya waduk-waduk ini telah menciptakan masalah besar bagi jaringan pipa distribusi air di kawasan terdampak, mengingat cadangan air tanah di Sirik tidak mencukupi untuk menggantikan pasokan dari waduk yang hancur.
Guna mengatasi krisis kemanusiaan yang mendadak ini, otoritas terkait di daerah terdampak mulai bergerak untuk mencari solusi darurat.
Direktur senior perusahaan air minum di Provinsi Hormozgan, Abdolhamid Hamzehpour, mengonfirmasi bahwa berbagai upaya saat ini tengah dilakukan untuk menemukan sumber air alternatif bagi desa-desa yang terdampak di wilayah tersebut.
Di sisi lain, Teheran mengecam keras operasi militer AS dan menyatakan bahwa pembalasan dilakukan atas dasar dalih palsu yang dibuat-buat.
Sebagai bentuk balasan langsung, militer Iran meluncurkan gelombang serangan rudal dan pesawat tanpa awak (drone) ke wilayah-wilayah yang mereka klaim sebagai pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain, Yordania, dan Kuwait.
Rabu, 10/06/2026 19:25 WIB
Jum'at, 29/05/2026 14:53 WIB