Ilustrasi - Hari Cat Air Sedunia setiap 28 Juli (Foto: Freepik)
Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 28 Juli, dunia seni rupa memperingati Hari Cat Air Sedunia (World Watercolor Day).
Peringatan tahunan ini menjadi ajang khusus bagi para pelukis, komunitas kreatif, dan pencinta seni di seluruh belahan dunia untuk merayakan keindahan serta keunikan media melukis berbasis air.
Hari Cat Air Sedunia lahir dari inisiatif kolektif komunitas seniman internasional yang ingin mempopulerkan kembali media cat air (watercolor atau aquarelle).
Teknik melukis ini memiliki rekam jejak sejarah yang panjang, mulai dari manuskrip kuno dan lukisan dinding zaman Renaisans, hingga berkembang pesat pada abad ke-18 dan ke-19 melalui karya-karya master dunia seperti J.M.W. Turner dan Albrecht Dürer.
Peringatan ini hadir untuk memposisikan cat air bukan sekadar media sketsa atau latihan belaka, melainkan sebuah bentuk seni murni yang penuh nilai estetika tinggi.
Karakteristik cat air yang transparan, cair, dan dinamis menjadikannya salah satu media yang paling menantang sekaligus memikat.
Berbeda dengan cat minyak atau akrilik yang mudah ditimpa jika terjadi kesalahan, seni cat air menuntut kontrol, ketenangan, dan spontanitas tingkatan tinggi dari senimannya.
Interaksi antara pigmen warna, air, dan serat kertas menciptakan efek gradasi serta pencahayaan alami yang sulit ditiru oleh media lain.
Dalam perayaannya setiap tahun, Hari Cat Air Sedunia diisi dengan berbagai kegiatan kreatif di banyak negara.
Komunitas seniman kerap menggelar pameran karya, sesi melukis bersama di ruang terbuka (en plein air), lokakarya edukasi untuk pemula, hingga tantangan melukis daring (online painting challenge).
Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mendorong masyarakat dari berbagai kalangan usia agar berani mengekspresikan diri melalui seni rupa.
Di tengah pesatnya era digital dan kecerdasan buatan dalam pembuatan gambar, Hari Cat Air Sedunia menjadi pengingat akan nilai otentik dari karya tangan manusia.
Peringatan pada 28 Juli ini menegaskan bahwa keindahan seni lukis tradisional tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat global.
Senin, 27/07/2026 23:08 WIB
Minggu, 26/07/2026 10:05 WIB