Ilustrasi berdoa (Foto: Pexels/Pavel Danilyuk)
Jakarta, Jurnas.com - Rezeki merupakan salah satu rahasia dan ketetapan Allah SWT. Kendati demikian, sebagai umat Islam, kita diwajibkan untuk tetap berikhtiar secara maksimal, baik melalui usaha fisik (ikhtiar dhohir) maupun pendekatan spiritual (ikhtiar batin).
Dalam ajaran Islam, doa bukan hanya sekadar permohonan, melainkan wujud pengakuan atas kelemahan diri di hadapan Sang Pencipta.
Mengamalkan doa-doa pembuka rezeki secara rutin, terutama setelah shalat fardhu atau shalat Dhuha, menjadi sarana memohon keberkahan, kemudahan, dan kelapangan dalam mencari nafkah halal.
Doa ini diajarkan oleh Rasulullah SAW dan sangat dianjurkan untuk dibaca setiap pagi, khususnya setelah menyelesaikan shalat Subuh. Doa ini memuat permohonan agar ilmu yang didapat bermanfaat, rezeki yang diperoleh halal, serta amalan yang dikerjakan diterima.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
Allahumma innii as-aluka `ilman naafi`an, wa rizqon thoyyiban, wa `amalan mutaqobbalan.
Artinya: "Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik (halal), dan amal yang diterima." (HR. Ibnu Majah)
Doa ini memohon kecukupan dari rezeki yang halal sehingga kita terhindar dari perbuatan haram, sekaligus memohon agar tidak bergantung pada bantuan selain Allah SWT.
اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Allahummakfini bihalalika `an haramika, wa aghnini bifadhlika `amman siwaka.
Artinya: "Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal dari yang haram, dan perkayalah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu." (HR. Tirmidzi)
Shalat Dhuha dikenal sebagai shalat sunnah pembuka rezeki. Setelah menunaikan shalat Dhuha, membaca doa berikut sangat dianjurkan untuk memohon agar rezeki dari mana pun asal muasalnya—baik di langit, bumi, maupun yang tersembunyi—dapat dipermudah dan didekatkan.
اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ، اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا أَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ
Allahumma innadh dhuha-a dhuha-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal `ishmata `ishmatuka. Allahumma in kaana rizqii fis samaa-i fa anzilhu, wa in kaana fil ardhi fa akhrijhu, wa in kaana mu`asiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa thahhirhu, wa in kaana ba`iidan fa qarribhu bihaqqi dhuha-ika wa bahaa-ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika aatinii maa ataita `ibaadakash shalihiin.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan perlindungan adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah; jika ada di dalam bumi, keluarkanlah; jika sukar, mudahkanlah; jika haram, sucikanlah; jika jauh, dekatkanlah. Berkat hak waktu Dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepadaku apa yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh."
Doa ini diabadikan dalam Al-Qur`an Surat Al-Ma`idah ayat 114. Doa ini dibaca ketika memohon hidangan atau rezeki yang melimpah dan berkah langsung dari Sang Maha Pemberi Rezeki.
اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِأَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِنْكَ ۖ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
Allahumma rabbanaa anzil `alainaa maa-idatam minas samaa-i takuunu lanaa `iidal li-awwalinaa wa aakhirinaa wa aayatam minka warzuqnaa wa anta khairur raaziqiin.
Artinya: "Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan-Mu; berilah kami rezeki, dan Engkaulah Pemberi Rezeki yang paling utama." (QS. Al-Ma`idah: 114)
Minggu, 26/07/2026 10:05 WIB