Yosea Kurnianto, Head of Leadership Development & Scholarship Tanoto Foundation (Foto: Muti/Jurnas.com)
Pekanbaru, Jurnas.com - Menghadapi dunia kerja menjadi salah satu momok bagi mahasiswa. Sebab, kerap kali terjadi kesenjangan antara kemampuan akademik yang diperoleh dari bangku kuliah dengan kecakapan soft skill yang justru dibutuhkan industri.
Hal ini yang melatari Tanoto Foundation menghadirkan program beasiswa Transformasi Edukasi guna melahirkan Pemimpin Masa Depan (TELADAN), dengan fokus utama pada pengembangan kepemimpinan dan karakter unggul mahasiswa.
Head of Leadership Development & Scholarship Tanoto Foundation, Yosea Kurnianto, mengatakan, melalui program TELADAN, Tanoto Scholar tidak sekadar mendapatkan dukungan finansial selama kuliah, tetapi dibekali skill kepemimpinan dan karakter unggul agar lebih tangguh dan siap melangkah ke dunia profesional.
"Kepemimpinan dalam konteks ini bukan untuk mencapai posisi atau jabatan tertentu, tapi ide membawa perubahan dalam masyarakat. Ini inspirasi Tanoto Foundation untuk mengisi gap dalam konteks pendidikan tinggi, yang mana masih banyak hal yang perlu kita benahi," kata Yosea saat ditemui di sela-sela Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2026, di Kompleks RAPP, Pangkalan Kerinci, Riau pada Sabtu (25/7).
Tersebar di 10 perguruan tinggi negeri (PTN) mitra, program TELADAN berjalan selama 3,5 tahun, yang dimulai sejak mahasiswa penerima dinyatakan lolos pada semester dua.
Mereka yang terpilih wajib menjaga kompetensi akademik, dengan syarat indeks prestasi minimal 3,25 setiap semesternya, serta aktif mengikuti program pengembangan yang telah ditetapkan.
Dan dalam pelaksanaannya, lanjut Yosea, penerima beasiswa TELADAN (Tanoto Scholar) mendapatkan dua program besar terkait pelatihan kepemimpinan, yakni Lead Self dan Lead Others.
"Lead Self ini kita maknai tentang bagaimana mengelola diri sendiri, dan belajar mengelola orang-orang di sekitarnya untuk mencapai tujuan bersama," ujar Yosea.
"Dalam program Lead Self belajar mengartikulasikan tujuan hidup, modul pengenalan diri untuk memhamai tentang dirinya. Agar mereka bisa mencari ekosistem yang tepat untuk membangun impact," dia menambahkan.
Sementara itu, program Lead Others memberikan penekanan pada dampak yang dapat diberikan Tanoto Scholar kepada masyarakat, industri, dan pemerintah. Termasuk pula melahirkan proyek riset dan inovasi untuk menjawab masalah yang ada di tengah masyarakat.
"Lead Others ini menekankan kolaborasi, empati, teamwork, dan mapping. Kita minta turun ke masyarakat untuk mendengarkan, situasinya seperti apa. Meski mereka datang sudah dengan solusi, tapi kita minta mereka untuk lebih banyak mendengarkan," kata Yosea.
Selanjutnya, ketika Tanoto Scholar duduk di semester tujuh dan delapan, mereka mendapatkan persiapan untuk masuk ke dunia kerja melalui kegiatan industry sharing, dengan tujuan agar para lulusan terserap ke industri enam bulan setelah lulus dari perguruan tinggi.
Yosea membeberkan bahwa dengan bekal kemampuan akademik dan kecakapan soft skill, tidak hanya meningkatkan peluang diterima di industri, melainkan pula turut mendongkrak gaji (salary) para lulusan Tanoto Scholars. Terbukti, dalam evaluasi lima tahunan program TELADAN yang dilakukan Tanoto Foundation, 36 lulusan memperoleh gaji lebih tinggi.
"Yang menurut kita sejalan dengan misi kita, bahwa Tanoto Scholar dua kali lebih possible untuk membawa keluarga mereka ke dalam social mobility. Satu tahun kerja gajinya bisa lebih atau sama dengan orang tuanya," kata Yosea.
Diketahui, program beasiswa TELADAN Cohort 2027 telah dibuka sejak 1 Juli 2027 dan ditutup pada 7 September mendatang. Selama mengikuti program, Tanoto Scholar akan menerima berbagai manfaat, di antaranya dukungan pengembangan kepemimpinan, dukungan lingkaran pengembangan TELADAN, dukungan biaya kuliah dan tunjungan hidup, hingga jaringan alumni di seluruh Indonesia.
Adapun syarat pendaftaran program TELADAN 2027 yakni:
1. Warga Negara Indonesia (WNI);
2. Terdaftar sebagai mahasiswa reguler (S1) semester pertama di salah satu dari 10 perguruan tinggi mitra program TELADAN;
3. Tidak terdaftar sebagai mahasiswa aktif atau sedang menjalani perkuliahan di perguruan tinggi lainnya (perkuliahan ganda);
4. Berkomitmen mengikuti program pengembangan kepemimpinan selama periode Program TELADAN (Semester 2-Semester 8);
5. Menunjukkan potensi kepemimpinan yang kuat serta berkomitmen untuk berkontribusi pada masyarakat dan pembangunan bangsa;
6. Mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, kemampuan berbahasa Inggris dan bahasa internasional lainnya akan menjadi nilai tambah;
7. Memiliki prestasi akademik (minimum nilai rata-rata rapor kelas XII SMA/SMK/MA adalah 8 dari skala 10) dan non-akademik seperti pengalaman organisasi kesiswaan, komunitas sosial, atau terkait lainnya;
8. Sedang tidak menerima beasiswa atau mengikuti program dukungan finansial dari pemerintah maupun lembaga lainnya, dan bersedia tidak menerima beasiswa atau program finansial lainnya ataupun program pengembangan kepemimpinan sejenis apabila terpilih dalam program TELADAN. Penerima KIP-K boleh mendaftar untuk mendapatkan program pengembangan kepemimpinan saja;
9. Mendaftarkan diri secara online pada website Tanoto Foundation.
Minggu, 26/07/2026 10:05 WIB