https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Wamen Giring Bagikan Tips agar Tak Terjebak Haus Validasi

Mutiul Alim | Senin, 27/07/2026 19:30 WIB



Satu dari tiga anak muda terindikasi mengalami gangguan kesehatan mental, yang dipicu kebiasaan membandingkan diri di media sosial dan haus validasi Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha (Foto: Ist)

Pekanbaru, Jurnas.com - Tuntutan era digital membuat isu kesehatan mental di kalangan generasi muda semakin mengkhawatirkan. Menurut riset, satu dari tiga anak muda terindikasi mengalami gangguan kesehatan mental, yang dipicu kebiasaan membandingkan diri di media sosial dan haus validasi dari orang lain.

Menyoroti fenomena ini, Wakil Menteri Kebudayaan (Wamenbud) Giring Ganesha, membagikan resep agar terhindar dari fenomena ini. Menurut dia, sebelum seseorang mampu memimpin orang lain, ia harus terlebih dahulu menemukan kebahagiaan dari dalam dirinya sendiri.

"Tidak harus kaya, tidak harus punya jabatan, punya barang mahal, tapi kita seimbang, tenang, dan bersyukur," kata Wamen Giring saat mengisi rangkaian Tanoto Scholars Gathering (TSG) 2026 di Kompleks RAPP, Pekanbaru, Riau pada Sabtu (25/7).

Baca juga :
Ternyata Bukan Menyendiri, Kesepian yang Paling Merusak Kesehatan Mental

Tips ini tak sekadar teori. Giring menceritakan pengalamannya saat menghadapi tantangan mental akibat serangkaian kegagalan beruntun. Keputusannya beralih dari puncak popularitas bersama grup band Nidji pada 2018 menuju kerasnya panggung politik nyatanya penuh jalan terjal.

Puncak kelelahannya terjadi pada rentang 2023 hingga awal 2024. Tabungannya terkuras untuk kampanye sang istri, hingga realita pahit kembali gagal di pemilu 2024 meski sudah berekspektasi tinggi.

Baca juga :
Larangan Medsos untuk Remaja Bisa Jadi Bumerang, Ini Temuan Studinya

"14 Februari 2024 adalah salah satu hari terburuk bagi kami berdua. Saya merasa gagal sebagai calon negarawan, sebagai pengusaha, dan sebagai suami," kenang Giring.

Di titik terendah itulah, Giring memilih rehat. Dia mendalami meditasi, mendekatkan diri pada agama, hingga akhirnya matanya terbuka oleh filsafat Stoikisme. Kala itu, dia menyadari bahwa sumber kebahagiaan bukanlah validasi dari dunia luar, melainkan bagaimana seseorang melatih pikiran dan memaknai kehidupan.

Baca juga :
Butuh Langkah Nyata dan Kolaborasi Atasi Darurat Kesehatan Mental Anak

Giring mulai menanggalkan pola pikir serba kekurangan (Scarcity Mindset) yang melelahkan, lalu beralih ke pola pikir keberlimpahan (Abundance Mindset) yang senapas dengan filsafat yang dipelajari. Dia juga mulai fokus pada potensi diri dan mendoakan kebahagiaan orang lain.

Buah dari keikhlasan dan mengelola ekspektasi itu terbayar pada September 2024. Saat kembali merintis karier di dunia musik, takdir membawanya menerima panggilan telepon langsung dari Presiden Prabowo Subianto, dan tawaran untuk menjadi Wakil Menteri Kebudayaan.

"Boleh punya mimpi besar, harus kerja keras mengejar, yang perlu kita lepas adalah tuntutan hasilnya harus persis seperti yang kita bayangkan. Fokus pada usaha yang ada dalam kendali kita," pesan Giring kepada 240 penerima beasiswa TELADAN Tanoto Foundation.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Wamen Kebudayaan Giring Ganesha Kesehatan Mental Haus Validasi

Terpopuler

Minggu, 26/07/2026 03:03 WIB
Humanika

Mengapa Hari Mangrove Sedunia Diperingati Setiap 26 Juli?

Jum'at, 24/07/2026 15:34 WIB
Info Bank BNI

BNI Tegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas

Sabtu, 25/07/2026 10:21 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Indonesia vs Kamboja

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777