https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Blue Moon 2026: Mengapa Bulan Purnama Langka Ini Disebut "Bulan Biru"?

Agus Mughni | Minggu, 31/05/2026 23:59 WIB



Fenomena Blue Moon atau Blue Moon, bulan purnama muncul dua kali dalam satu bulan kalender, hiasi langit awal dan akhir Mei 2026 (Foto: Earthsky)

Jakarta, Jurnas.com - Fenomena Blue Moon atau "Bulan Biru" menghiasi langit pada akhir Mei 2026. Meski namanya mengandung kata "biru", fenomena ini tidak berarti bulan berubah warna menjadi biru.

Blue Moon merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut kejadian langka ketika dua bulan purnama terjadi dalam satu bulan kalender. Pada Mei 2026, bulan purnama pertama telah terjadi pada 1 Mei, sementara purnama kedua akan berlangsung pada 31 Mei, sehingga memenuhi definisi Blue Moon yang paling populer.

Dikutip dari Live Science, dalam dunia astronomi, terdapat dua definisi Blue Moon. Definisi pertama adalah Blue Moon musiman, yakni bulan purnama ketiga dari empat bulan purnama yang terjadi dalam satu musim astronomi.

Baca juga :
Puncak Hujan Meteor Eta Aquariid 5–6 Mei, Komet Halley Muncul Jelang Fajar

Sementara definisi kedua, yang lebih dikenal masyarakat luas, adalah kemunculan dua bulan purnama dalam satu bulan kalender.

Meskipun disebut Blue Moon, warna bulan yang terlihat di langit umumnya tetap sama seperti bulan purnama biasa. Saat terbit di dekat cakrawala, bulan bahkan dapat tampak berwarna jingga atau kemerahan akibat hamburan cahaya di atmosfer Bumi.

Baca juga :
Fenomena Langit Mei 2026, Ada Purnama Flower Moon hingga Blue Moon

Fenomena Blue Moon tergolong jarang terjadi. Berdasarkan data astronomi, Blue Moon bulanan muncul rata-rata setiap dua hingga tiga tahun sekali. Setelah peristiwa pada Mei 2026, Blue Moon bulanan berikutnya diperkirakan akan terjadi pada 31 Desember 2028.

Selain menyandang status Blue Moon, purnama kali ini juga bertepatan dengan kondisi micromoon, yaitu ketika bulan berada dekat titik terjauhnya dari Bumi. Akibatnya, ukuran bulan akan tampak sedikit lebih kecil dibandingkan bulan purnama rata-rata.

Baca juga :
Daftar Hari Besar dan Libur Mei 2026, Ada 3 Long Weekend Menanti

Bagi penggemar astronomi, kemunculan Blue Moon menjadi kesempatan menarik untuk mengamati salah satu fenomena langit yang relatif jarang terjadi. Fenomena ini juga menjadi pengingat bahwa pergerakan bulan mengelilingi Bumi dapat menghasilkan berbagai peristiwa unik yang dapat disaksikan tanpa bantuan alat khusus. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Fenomena Langit Mei 2026 Bulan Purnama Flower Moon Blue Moon

Terpopuler

Sabtu, 30/05/2026 07:07 WIB
Humanika

30 Mei 2026: Cek Daftar Peringatan di Dunia Hari Ini

Jum'at, 29/05/2026 08:08 WIB
Ototekno

Bezzecchi Kejar Mimpi Menang di MotoGP Italia 2026

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777