https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Trump Ultimatum Iran, Dianggap Terlalu Lama Bernegosiasi

Mutiul Alim | Rabu, 10/06/2026 18:55 WIB



Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran yang dianggap membuang waktu terlalu banyak untuk menegosiasikan kesepakatan damai. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Celal Gunes/AA/Anadolu)

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Iran yang dianggap membuang waktu terlalu banyak untuk menegosiasikan kesepakatan damai.

Dia menegaskan situasi saat ini akan membuat Iran menerima konsekuensi berat, di tengah keputusan Teheran yang memilih untuk mengkaji ulang hubungan diplomatik dengan Washington pasca-aksi saling serang yang terjadi semalam.

“Iran hanya bicara dan tanpa tindakan. Mereka sudah terlalu lama menegosiasikan kesepakatan yang seharusnya berdampak luar biasa bagi mereka, sekarang mereka harus membayar harganya!!!” tulis Trump di akun media sosialnya pada Rabu (10/6) dikutip dari Arab News.

Baca juga :
Netanyahu Bakal Kembali Bertarung di Pilpres Israel

Sentimen negatif ini berkembang di tengah kritik dari Kementerian Luar Negeri Iran, yang menilai bahwa upaya diplomasi dengan AS tidak akan pernah bisa berjalan maju apabila pelanggaran gencatan senjata terus terjadi secara berulang.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menuduh Washington telah merusak jalan diplomasi secara sengaja melalui penyampaian pesan yang kontradiktif, perubahan posisi politik yang tidak konsisten, serta pelanggaran gencatan senjata yang terus diulang. Baghaei juga menuding Israel turut memperkeruh situasi lewat pelanggaran kesepakatan serupa di Lebanon.

Baca juga :
Serangan Udara AS Putus Pasokan Air Rakyat Iran

“Menyusul peristiwa yang terjadi semalam, kami perlu menilai kembali (jalur diplomatik dengan Washington), proses diplomatik apapun membutuhkan lingkungan stabil yang minimum,” ujar Jubir Kemenlu Iran.

Sebelumnya, AS meluncurkan serangan terhadap Iran. Pentagon berdalih serangan tersebut merupakan balasan atas jatuhnya helikopter serang Apache milik AS yang dituduhkan kepada Teheran.

Baca juga :
Eks Menhan Yakin AS Bisa Paksa Iran Buka Selat Hormuz

Dampak dari serangan AS ini memicu respons balasan dari militer Iran dengan meluncurkan gempuran ke sejumlah wilayah pertahanan di Bahrain, Kuwait, serta Yordania yang memiliki pangkalan militer AS.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Perang AS vs Iran Donald Trump Konflik Timur Tengah

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777