Grup Band New Syclon luncurkan single Sebenarnya Masih Cinta. (Foto: Jurnas/Ist).
Jakarta, Jurnas.com- New Syclon mulai menorehkan langkah awal mereka di industri musik sejak tahun 2006. Band asal Pelabuhanratu, Sukabumi ini diawal kemunculannya, berkarya secara independen dengan memanfaatkan platform digital seperti Facebook dan YouTube untuk memperkenalkan lagu-lagu mereka ke publik.
Digawangi oleh Aries (gitar), Randy (drum), dan Bella (vokal), New Syclon membangun karakter musik mereka lewat Genre Pop Alternative yang ringan namun tetap emosional. Sejak awal, mereka sudah menunjukkan identitas yang kuat dari setiap single yang dirilis, meski bergerak tanpa dukungan label besar.
Perjalanan New Syclon makin menarik perhatian saat lagu “Hidupku Sepi Tanpamu” menjadi fenomena di era 2009 hingga 2012. Lagu ini tersebar luas di berbagai platform sosial media dan banyak ditemukan di lapak CD bajakan, mulai dari Pasar Penampungan Glodok hingga merambah ke pasar luar negeri seperti Singapura, Malaysia, dan Australia. Bahkan, berdasarkan data yang beredar, penjualan CD bajakan lagu tersebut bisa mencapai puluhan ribu keping per hari.
“Kami nggak pernah nyangka lagu itu bisa sejauh itu penyebarannya, walaupun lewat jalur yang nggak resmi. Tapi dari situ kami sadar, karya kami ternyata diterima,” ujar Aries, sang Gitaris.
Memasuki tahun 2012, New Syclon mulai berkolaborasi dengan ASCADA Musik dan semakin aktif merilis karya, termasuk single “Dirimu Berarti Untukku” dan “Pergilah Oh Kasih” yang memperkuat eksistensi mereka di industri musik. Kini, di awal 2026, mereka kembali dengan semangat baru untuk bersaing di tengah ketatnya industri musik Tanah Air melalui single terbaru berjudul “Sebenarnya Masih Cinta”.
“Ini bukan sekadar lagu baru, tapi representasi perjalanan kami yang panjang. Kami ingin kasih sesuatu yang lebih jujur dan relate buat pendengar,” ungkap Aries, gitaris New Syclon.
Kadang, tokoh antagonis dalam sebuah dinamika hubungan adalah diri kita sendiri. Memutuskan ikatan dengan dalih logika dan sok tegar, namun ujung-ujungnya dihantui penyesalan. Ironi soal ego yang berujung menelan ludah sendiri, ini dibedah habis-habisan oleh New Syclon, di single terbarunya ini. Alih alih ikutan tren meratapi nasib sebagai pihak yang ditinggalkan, New Syclon mengambil sudut pandang yang lebih relatable buat generasi sekarang, si pemutus yang gagal move on.
Lagu ini menjadi potret jujur tentang kebiasaan kita menyabotase kebahagiaan sendiri cuma gara-gara ego dan gengsi yang terlalu tinggi. New Syclon bukannya mengaplikasikan racikan sound dan melodi yang cengeng, hancurnya ego ini justru divisualisasikan lewat aransemen Alternative Pop yang driving dan bertenaga. Vokal Bella yang menyimpan rasa frustrasi, dipadukan raungan distorsi gitar Aries dan hentakan drum progressive Randy, membuat single ini terasa penuh amarah.
Ini adalah salah satu pilihan lagu pelampiasan, yang dirancang khusus buat diteriakkan sekencang mungkin, di balik setir mobil pas lagi nyesel-nyeselnya. Fase yang rasional, pada saat itu ditangkap sempurna lewat lirik pembuka, “Dulu aku berusaha mengungkapkan perpisahan, yang ku anggap benar. Namun, dinding kesombongan itu dihancurkan lebur pada bagian chorus lewat sebuah pengakuan yang paling telanjang. Sebenarnya aku bohong, aku masih mencintaimu".
Bait ini seakan menjadi tamparan keras bagi siapa saja yang masih menahan rindu, tapi terlalu angkuh untuk mengakui kebodohannya. Pada akhirnya, “Sebenarnya Masih Cinta hadir sebagai soundtrack untuk menemani momen-momen bimbang, seperti saat kita mengetik draf pesan WhatsApp berisi kata “maaf” yang ujung-ujungnya dihapus Kembali.
New Syclon adalah salah satu dari sekian banyak diantara band atau penyanyi, yang memulai karier perjalanan musiknya dari jalur Indiependent. Warna musik dan karakter khas vocal milik Bella , menjadi salah satu kekuatan tersendiri, yang menjadi daya pikat kuat, bagi siapa pun yang menyimak single – single mereka. Setelah sekian lama menghilang, kini mereka hadir kembali dengan segudang bekal karya, yang akan memberi warna tersendiri, di tengah hingar bingar industri musik Tanah Air.
Kamis, 23/04/2026 06:30 WIB