Tim Kunker Komisi IV melakukan kunjungan ke Gudang Pupuk Sriwijaya (Foto: Humas DPR)
Jakarta - Komisi IV DPR RI mengkritisi kondisi Gudang Pupuk Sriwijaya, Kalimantan Barat yang basah dan tidak memadai.
Hal tersebut terungkap saat Tim Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPR Daniel Johan meninjau Pabrik Pupuk Sriwijaya, Wajo Hulu, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (29/10)."Kedatangan kami (Komisi IV DPR) meninjau gudang pupuk ini untuk memastikan ketersediaan pupuk sekaligus pendistribusiannya ke seluruh wilayah di Kalimantan Barat ini agar tidak telat," kata Daniel.Pasalnya, lanjut Daniel, sekitar dua bulan yang lalu kami sempat mendapat laporan dari para petani Kalimantan Barat akan keterlambatan pasokan pupuk.ini jelas akan membuat produksi beras dan tanaman lain anjlok."Bayangkan, di sini ada 500 ribu hektar. Karena pendistribusian pupuk yang telat maka akan berpengaruh pada produksinya. Kurang 1 ton per hektar saja, maka akan membuat total kerugian hingga 500 ribu ton, dan itu nilainya sudah triliunan rupiah. Angka yang sangat besar,” jelas Politisi dari Fraksi PKB.
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Warta DPR Komisi IV DPR Kunjungan Kerja
























