Ilustrasi drone Ukraina dalam perang melawan Rusia (Foto: AP)
Oryol, Jurnas.com - Serangan pesawat tanpa awak (drone) yang diluncurkan oleh militer Ukraina dilaporkan menewaskan satu orang warga sipil di wilayah Oryol, Rusia bagian barat daya, pada Minggu (14/6).
Selain korban jiwa, gelombang serangan terpisah juga berhasil menghantam sebuah fasilitas kilang minyak sebagai bagian dari eskalasi kampanye militer Kyiv untuk menyasar target energi dan militer jauh di dalam teritori Rusia.
Gubernur wilayah Oryol, Andrei Klychkov, mengonfirmasi bahwa satu orang tewas dan sembilan lainnya mengalami luka-luka ketika sebuah drone Ukraina menghantam gedung pemukiman penduduk pada malam hari di ibu kota regional, Oryol, sebagaimana dikutip dari Associated Press.
Sementara itu, otoritas lokal di wilayah Yaroslavl yang terletak sekitar 700 kilometer (440 mil) dari perbatasan Ukraina, melaporkan bahwa fasilitas penyimpanan bahan bakar di daerah tersebut terbakar hebat setelah terkena hantaman drone.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengklaim bahwa pasukannya telah berhasil menyerang fasilitas minyak vital yang menjadi cadangan strategis bagi negara agresor tersebut.
Langkah Ukraina meningkatkan intensitas serangan terhadap infrastruktur gas dan minyak Rusia dalam beberapa bulan terakhir didasari oleh argumen bahwa sektor energi merupakan sumber pendanaan utama sekaligus bahan bakar bagi Moskow dalam melanjutkan invasi yang telah berjalan lebih dari empat tahun.
Di sisi lain, perdana menteri Inggris, Keir Starmer, menyatakan bahwa pemerintahannya tengah menyelidiki sebuah kapal tanker yang diduga kuat menjadi bagian dari armada bayangan (shadow fleet) Rusia, untuk mengapalkan minyak dengan melanggar sanksi internasional.
“Operasi ini memberikan pukulan telak lainnya bagi Rusia dan memperingatkan pihak-pihak yang menyokong perang Putin di Ukraina bahwa mereka tidak akan bisa bersembunyi,” ujar Starmer.
Hal ini disampaikan menyusul aksi pasukan bersenjata Inggris yang menyergap dan menahan kapal tanker bernama Smyrtos di Selat Inggris pada Minggu.
Kementerian Pertahanan Inggris menyebut tindakan ofensif ini sebagai operasi perdana yang dipimpin langsung oleh Inggris di wilayah laut mereka. Rusia sendiri diyakini menggunakan ratusan kapal laut misterius guna mengakali blokade sanksi ekonomi global atas perang mereka terhadap Ukraina.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Drone Ukraina Fasilitas Minyak Rusia Perang Rusia vs Ukraina



























