Selasa, 19/05/2026 21:35 WIB

Jet F-16 NATO Tembak Jatuh Drone Ukraina di Estonia





Jet tempur F-16 milik Rumania yang dikerahkan bersama pasukan kepolisian udara NATO di Baltik, menembak jatuh sebuah drone yang diyakini milik Ukraina

Jet tempur F-35 dan jet F-16 (Foto: Doknet)

Tallin, Jurnas.com - Jet tempur F-16 milik Rumania yang dikerahkan bersama pasukan kepolisian udara NATO di Baltik, menembak jatuh sebuah drone yang diyakini milik Ukraina di atas wilayah Estonia selatan pada Selasa (19/5).

Pihak Ukraina segera menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang tidak disengaja ini, sementara Rusia memperingatkan akan adanya tindakan pembalasan jika drone Ukraina sampai diluncurkan dari negara-negara Baltik.

Melihat jalur lintasan dari drone tersebut, otoritas keamanan setempat memutuskan bahwa tindakan tegas harus segera diambil untuk melumpuhkannya.

“Kami memutuskan bahwa kami harus menembak jatuh drone tersebut. Kemungkinan besar, hari ini kita dapat mengatakan bahwa itu adalah drone yang, katakanlah, dimaksudkan untuk menghantam beberapa target Rusia,” kata Menteri Pertahanan Estonia Hanno Pevkur kepada The Associated Press.

Peristiwa ini menandai insiden terbaru dari serangkaian kejadian serupa dalam beberapa bulan terakhir, di mana drone-drone Ukraina yang ditujukan ke Rusia justru melintasi atau jatuh di wilayah NATO.

Sejumlah pejabat Barat menuduh bahwa hal ini kemungkinan besar dipicu oleh aktivitas pengacauan sinyal elektronik (electronic jamming) yang dilakukan oleh pihak Rusia terhadap sistem persenjataan tersebut.

Rentetan insiden ini terjadi seiring langkah Kyiv yang terus meningkatkan intensitas serangan drone jarak jauh mereka, dengan fokus menyasar fasilitas energi serta pabrik senjata jauh di dalam wilayah Rusia, sejalan dengan peningkatan teknologi domestik dan skala produksi mereka.

Pada Minggu lalu, otoritas Rusia menyatakan bahwa salah satu serangan drone Ukraina terbesar ke negara itu telah menewaskan sedikitnya empat orang, termasuk tiga orang di dekat Moskow, serta melukai belasan warga lainnya.

Serangan drone jarak jauh telah menjadi ciri khas dari perang ini, yang dimulai lebih dari empat tahun lalu ketika Rusia meluncurkan invasi skala penuh ke negara tetangganya, Ukraina.

Juru bicara kementerian luar negeri Ukraina, Heorhii Tykhyi, menjelaskan bahwa para ahli dari Ukraina dan Estonia saat ini sedang bekerja sama untuk merumuskan langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

“Ukraina meminta maaf kepada Estonia dan semua teman Baltik kami atas insiden yang tidak disengaja tersebut,” tulis Heorhii Tykhyi dalam sebuah unggahan di platform X.

Menteri Pertahanan Estonia menambahkan bahwa pihak Ukraina telah dinasihati secara langsung untuk lebih berhati-hati dalam merancang jalur penerbangan drone tempur mereka.

“Pesan kami tidak berubah. Kami telah mengatakan kepada warga Ukraina sepanjang waktu bahwa jika Anda menyerang posisi Rusia atau target Rusia, maka lintasan ini harus sejauh mungkin dari wilayah NATO,” tegas Hanno Pevkur.

Rangkaian serangan nyasar ini sempat memicu ketegangan di internal negara-negara Baltik yang selama ini mendukung penuh upaya perang Ukraina, serta memperuncing gesekan antara mereka dengan pihak Rusia.

KEYWORD :

Jet F-16 NATO Drone Ukraina Serang Estonia Perang Rusia vs Ukraina




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :