Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky (Foto: AFP)
Kyiv, Jurnas.com - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengungkapkan bahwa Rusia terus berupaya menyeret Belarus lebih dalam ke dalam perang, berdasarkan informasi intelijen terbaru.
Dia menyebut Moskow sedang mempertimbangkan rencana matang untuk meluncurkan operasi agresif baru, baik ke wilayah utara Ukraina maupun langsung menyasar salah satu negara anggota NATO dari wilayah Belarus.
Pernyataan ini disampaikan Zelensky melalui aplikasi Telegram, setelah menggelar pertemuan darurat dengan para pejabat militer dan badan intelijen Ukraina pada Jumat (15/5) kemarin.
Putin Beri Sinyal Bakal Akhiri Perang di Ukraina
Zelensky membeberkan adanya kontak tambahan yang intensif antara pihak Rusia dan Presiden Belarus, Alexander Lukashenko. Upaya tersebut dilakukan Moskow guna membujuk Lukashenko agar bersedia melibatkan negaranya dalam operasi militer gelombang baru.
Secara geografis, Belarus memegang posisi sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Ukraina di sebelah selatan, serta dikelilingi oleh negara-negara anggota NATO seperti Polandia, Lithuania, dan Latvia di sisi utara dan barat.
"Rusia sedang mempertimbangkan rencana operasi di selatan dan utara wilayah Belarus, baik menyasar arah Chernihiv, Kyiv di Ukraina atau langsung menyerang salah satu negara NATO dari wilayah Belarus," ujar Zelensky tanpa merinci lebih lanjut dokumen intelijen tersebut, dikutip dari Reuters pada Sabtu (16/5).
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Moskow maupun Minsk terkait pernyataan keras Zelensky. Sebab, Kremlin selama ini mengklasifikasikan seluruh rencana militernya di Ukraina sebagai rahasia negara.
Kendati Lukashenko yang merupakan sekutu terdekat Vladimir Putin belum mengirimkan tentaranya untuk bertempur langsung di Ukraina, dia telah mengizinkan wilayahnya digunakan sebagai batu loncatan invasi Rusia pada Februari 2022 lalu. Tak hanya itu, Minsk juga telah menyetujui penempatan senjata nuklir taktis Rusia dan rudal hipersonik Oreshnik di tanah mereka.
Zelensky menegaskan bahwa Ukraina tidak akan tinggal diam dan siap melakukan pembelaan penuh jika Lukashenko mengambil keputusan keliru dengan mendukung ambisi baru Rusia tersebut.
Sebagai langkah antisipasi konkret, Presiden Ukraina telah menginstruksikan pasukan pertahanan nasional untuk segera menyusun rencana respons cepat, serta memperketat garis pertahanan di wilayah utara, khususnya di kawasan Chernihiv dan ibu kota Kyiv yang rawan menjadi target utama serangan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Volodymyr Zelensky Perang Rusia vs Ukraina Invasi Rusia ke NATO














