Penemuan emas dari dinasti Abbasiyah di Saudi (Foto: Arab News)
Riyadh, Jurnas.com - Sebuah koleksi berharga yang terdiri dari 100 keping perhiasan emas dari era Kekhalifahan Abbasiyah berhasil ditemukan di wilayah Al-Qassim, Arab Saudi. Komisi Warisan Budaya Arab Saudi mengumumkan penemuan bersejarah tersebut resmi dipublikasikan pada Selasa (19/5).
Artefak-artefak kuno itu diperkirakan dulunya merupakan satu set perhiasan lengkap yang dirancang menyerupai bentuk bunga, lengkap dengan hiasan batu permata yang terpasang erat di dalam bingkai emas.
Di antara temuan tersebut, terdapat sebuah lempengan besar berbentuk cakram yang bertahtakan batu berwarna-warni yang disusun secara simetris membentuk pola di bagian tengah, serta kumpulan manik-manik beraneka warna dan pembatas emas berukuran sangat kecil yang dibuat dengan detail yang rumit.
Dikatakan, seluruh perhiasan tersebut dibuat dengan menggunakan teknik penempaan dan pembentukan manual langsung di atas lembaran emas. Proses pembuatan ini juga dikombinasikan dengan teknik penekanan dekoratif serta penanaman batu permata di dalam bingkai.
Segenap metode ini merefleksikan tingginya tingkat keahlian para pengrajin pada masa itu, sekaligus memperlihatkan perkembangan pesat dalam industri pembuatan perhiasan emas di sepanjang zaman keemasan Abbasiyah.
Rangkaian objek berharga ditemukan di situs arkeologi Dariyah, yang menjadi bagian dari agenda pelaksanaan musim keempat dari proyek survei arkeologi dan penggalian yang digarap oleh komisi terkait.
“Ini menggarisbawahi komitmen Komisi Warisan Budaya terhadap penelitian, dokumentasi, dan pelestarian, yang semakin memperkuat pemahaman tentang sejarah Kerajaan dan melindungi warisan budayanya,” kata Dr Jasir Suliman Alherbish, CEO Komisi Warisan Budaya Arab Saudi dikutip dari Arab News.
Selain perhiasan emas, aktivitas penggalian di area tersebut juga berhasil menyingkap keberadaan struktur arsitektur kuno yang berasal dari periode Abbasiyah.
Beberapa bangunan yang ditemukan meliputi fondasi bangunan batu, struktur dinding lumpur, tungku api, hingga ruangan berlapis plester, dan para arkeolog juga mengamankan berbagai pecahan wadah tembikar serta alat-alat yang terbuat dari bahan logam.
Seluruh hasil temuan ini menjadi indikasi kuat adanya aktivitas pemukiman manusia yang telah eksis sejak akhir abad ke-9 Masehi, sekaligus mengonfirmasi posisi strategis dari situs tersebut yang terletak tepat di sepanjang jalur ziarah keagamaan dan rute perdagangan kuno.
Terletak di bagian barat daya Wilayah Al-Qassim, Dariyah diakui sebagai salah satu situs arkeologi paling signifikan di Arab Saudi, dengan bukti aktivitas manusia yang membentang sejak zaman pra-Islam hingga era awal perkembangan Islam.
Secara historis, kawasan ini merupakan tempat persinggahan penting bagi para musafir, termasuk rute Haji Basra yang menghubungkan wilayah Irak dengan tanah suci.
Sisa-sisa peninggalan yang masih bertahan di antara barisan gunung dan lembah di situs ini meliputi gundukan arkeologi, fondasi bangunan tua, fragmen tembikar dan kaca, artefak batu sabun, hingga ukiran prasasti Islam di area sekitar yang mempertegas nilai signifikansi budaya kawasan tersebut.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Emas Era Abbasiyah Arkeologi Arab Saudi Situs Kuno Dariyah


























