Senin, 15/06/2026 00:36 WIB

Perlukah Mencuci Beras Sebelum Dimasak? Ini Penjelasan Ilmuwan





Perlukah Mencuci Beras Sebelum Dimasak? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Illustrasi beras untuk bantuan sosial. (Foto istimewa)

Jakarta, Jurnas.com - Mencuci beras sebelum dimasak telah menjadi kebiasaan di banyak negara, termasuk Indonesia. Air putih keruh yang muncul saat beras dibilas sering dianggap sebagai tanda kotoran yang harus dibuang. Namun, benarkah mencuci beras selalu diperlukan?

Pertanyaan tersebut telah menjadi perhatian sejumlah penelitian ilmiah yang menelaah dampak pencucian beras terhadap tekstur, kandungan gizi, hingga kemampuannya mengurangi zat-zat yang tidak diinginkan seperti arsenik dan mikroplastik.

Dikutip dari Live Science, beras merupakan makanan pokok bagi lebih dari separuh populasi dunia. Sebelum sampai ke meja makan, padi dipanen dan digiling untuk menghilangkan kulit luar yang tidak dapat dimakan.

Pada proses penggilingan tersebut, sebagian butiran beras dapat mengalami kerusakan sehingga meninggalkan lapisan pati di permukaannya.

Selama bertahun-tahun, banyak orang percaya bahwa mencuci beras dapat mengurangi kadar pati sehingga membuat nasi tidak terlalu lengket setelah dimasak. Namun, penelitian menunjukkan hasil yang berbeda.

Ahli gizi dari Adelaide University Australia, Evangeline Mantzioris, menjelaskan bahwa tingkat kelengketan nasi ternyata tidak ditentukan oleh pati yang berada di permukaan beras.

Penelitian pada 2019 menemukan bahwa kelengketan nasi lebih dipengaruhi oleh jenis pati yang berada di dalam butiran beras, yaitu amilopektin, yang keluar selama proses pemasakan. Karena itu, mencuci beras tidak memberikan pengaruh berarti terhadap tekstur atau tingkat kelengketan nasi.

Menurut Mantzioris, jenis beras justru menjadi faktor utama. Beras ketan cenderung menghasilkan nasi yang lebih lengket dibandingkan beras berbutir sedang maupun beras melati.

Secara tradisional, beras dicuci untuk menghilangkan debu, serangga kecil, batu, maupun sisa kulit padi yang mungkin masih tertinggal setelah proses panen dan pengolahan.

Namun, perkembangan teknologi pengolahan pangan membuat beras yang dijual di supermarket dan toko modern kini umumnya telah melalui proses pembersihan yang ketat.

Ilmuwan pangan dari Adelaide University, Bo Wang, menjelaskan bahwa beras modern biasanya telah melalui tahapan penyaringan, pengeringan, pengupasan kulit, penggilingan, pengelompokan kualitas, hingga pengemasan sebelum sampai ke konsumen.

Karena itu, dari sisi keamanan pangan, mencuci beras tidak lagi menjadi keharusan bagi sebagian besar konsumen.

Meski demikian, para peneliti menemukan bahwa mencuci beras tetap memiliki sejumlah manfaat. Salah satunya adalah membantu mengurangi arsenik anorganik yang secara alami dapat terserap tanaman padi dari tanah dan air selama proses pertumbuhan.

Selain itu, penelitian pada 2021 menunjukkan bahwa mencuci beras sebelum dimasak mampu mengurangi kontaminasi mikroplastik sebesar 20 hingga 40 persen.

Meskipun dampak mikroplastik terhadap kesehatan manusia masih terus diteliti, sejumlah bukti menunjukkan paparan jangka panjang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.

Di sisi lain, pencucian beras juga dapat mengurangi sebagian kandungan mineral yang larut dalam air, seperti tembaga, zat besi, seng, dan vanadium.

Namun, para ahli menilai dampaknya terhadap asupan gizi harian relatif kecil karena beras bukan sumber utama mineral-mineral tersebut.

"Mencuci beras kemungkinan besar tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap status gizi seseorang," kata Mantzioris.

Berdasarkan temuan ilmiah yang ada, para ahli menyimpulkan bahwa mencuci beras bukanlah kewajiban untuk alasan keamanan pangan, terutama jika beras berasal dari produsen yang menerapkan standar pengolahan yang baik.

Namun, pembilasan ringan satu hingga dua kali tetap dapat dilakukan untuk membantu mengurangi debu, arsenik di permukaan beras, serta sebagian kontaminasi mikroplastik.

Bagi sebagian besar konsumen, langkah sederhana tersebut dinilai sudah cukup sebelum beras dimasak menjadi nasi. (*)

KEYWORD :

Mencuci Beras Sebelum Dimasak Dampak Pencucian Beras Ahli Gizi




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :