Minggu, 14/06/2026 21:24 WIB

Taiwan Luncurkan Situs Berbagi Laporan Intelijen bagi WN China





Biro Keamanan Nasional Taiwan (NSB) resmi meluncurkan sebuah halaman situs khusus pada Minggu (14/6), yang berfungsi sebagai saluran aman bagi warga China

Bendera kebangsaan Taiwan (Foto: AP)

Taipei, Jurnas.com - Biro Keamanan Nasional Taiwan (NSB) resmi meluncurkan sebuah halaman situs khusus pada Minggu (14/6), yang berfungsi sebagai saluran aman bagi warga negara China untuk memberikan berbagai informasi atau tip intelijen.

Langkah berani ini diambil di tengah eskalasi ketegangan yang terus meningkat antara Beijing dan pulau yang memiliki pemerintahan mandiri tersebut, sebagaimana dikutip dari Associated Press.

Otoritas intelijen Taiwan menyatakan bahwa keputusan untuk membuka kanal pengaduan daring ini didasari oleh melonjaknya jumlah warga dari daratan China yang mendekati perwakilan Taiwan dalam beberapa waktu terakhir, dengan maksud untuk membagikan berbagai jenis informasi sensitif.

Menurut analisis pihak NSB, kondisi geopolitik internal China saat ini sedang berada dalam fase yang kurang stabil, akibat lesunya roda perekonomian berpadu dengan pengetatan kontrol politik yang sangat masif dari pemerintah pusat.

Faktor-faktor tersebut, ditambah dengan menumpuknya masalah sosial serta kesejahteraan hidup sehari-hari, dinilai menjadi pemicu utama yang memicu meluasnya rasa ketidakpuasan publik di kalangan masyarakat China saat ini.

Pemerintah Taiwan membeberkan bahwa mekanisme perekrutan informasi secara terbuka ini mengadopsi taktik operasional yang sebelumnya telah sukses diterapkan oleh badan intelijen dunia seperti CIA di Amerika Serikat, MI6 di Inggris, dan Mossad di Israel.

Sebagai contoh, tahun lalu CIA sempat merilis video berbahasa Mandarin di berbagai platform media sosial demi mengundang para pejabat China yang tidak puas terhadap sistem pemerintahan mereka untuk membagikan data internal secara rahasia.

Langkah ofensif Taiwan ini juga dipandang sebagai aksi balasan terhadap Beijing, yang mana sebelumnya pemerintah China telah lebih dulu meluncurkan platform daring khusus untuk mendorong masyarakat melaporkan segala aktivitas yang mendukung kemerdekaan Taiwan, demi menyeret para kelompok separatis ke meja hukum.

Secara historis, hubungan kedua wilayah ini telah terpisah sejak tahun 1949 akibat perang saudara, di mana Beijing terus mengeklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya yang sah dan berkomitmen untuk menyatukannya kembali, bahkan dengan menggunakan opsi kekuatan militer jika diperlukan.

Sinyal bahaya konflik ini sempat mencuat dalam pertemuan bilateral pada pertengahan Mei lalu di Beijing, saat Pemimpin China Xi Jinping memberikan peringatan keras secara langsung kepada Presiden AS Donald Trump bahwa kedua negara adidaya tersebut berisiko besar terlibat dalam benturan militer jika isu kedaulatan Taiwan tidak ditangani secara hati-hati.

Menanggapi ancaman tersebut, militer China gencar menggelar latihan perang berskala besar di dekat pulau, yang langsung direspons oleh militer Taiwan pada hari Rabu lewat demonstrasi peluncuran roket dari peluncur bergerak sebagai simulasi taktis untuk menghalau potensi invasi maritim China.

KEYWORD :

Situs Intelijen Taiwan Konflik China vs Taiwan Laporan Rahasia China




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :