Ilustrasi - Hari Angin Sedunia diperangati setiap 15 Juni, ini sejarahnya (Foto: Freepik)
Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 15 Juni, masyarakat internasional memperingati Hari Angin Sedunia atau Global Wind Day.
Di tengah masifnya kampanye global untuk beralih dari bahan bakar fosil ke energi bersih, peringatan ini menjadi salah satu tonggak penting dalam menyuarakan potensi besar yang dimiliki oleh angin sebagai sumber energi masa depan.
Namun, mengapa tanggal 15 Juni yang dipilih, dan apa sebenarnya misi utama di balik gerakan global ini?
Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah sejarah, alasan, serta urgensi di balik peringatan Hari Angin Sedunia setiap tanggal 15 Juni.
Mengutip laporan dari World Wind Energy Association (WWEA) dan artikel lansiran National Geographic, peringatan ini awalnya tidak langsung bersifat global.
Tahun 2007 (Wind Day), peringatan ini pertama kali dicetuskan oleh European Wind Energy Association (EWEA), yang kini dikenal sebagai WindEurope.
Pada tahun pertamanya, aksi kampanye ini hanya berfokus di benua Eropa dengan mengorganisasi berbagai acara di belahan negara Uni Eropa untuk mengenalkan manfaat kincir angin modern.
Kemudian tahun 2009 (Global Wind Day), melihat antusiasme yang tinggi serta kebutuhan mendesak akan kampanye energi terbarukan di seluruh dunia, EWEA memutuskan untuk bekerja sama dengan Global Wind Energy Council (GWEC).
Sejak tahun 2009, skala peringatan ini resmi diperluas ke tingkat internasional dan berganti nama menjadi Global Wind Day hingga saat ini.
Berdasarkan ulasan dari media sains Earth.org dan portal berita lingkungan, ada tiga alasan mendasar mengapa dunia mendedikasikan satu hari khusus setiap tanggal 15 Juni untuk angin:
Angin adalah sumber daya yang ada di mana-mana, tidak terbatas, dan sepenuhnya gratis.
Melalui Global Wind Day, masyarakat diajak untuk melihat bagaimana teknologi turbin angin modern mampu menangkap kekuatan mekanis udara dan mengubahnya menjadi listrik bersih yang dapat menghidupkan kota-kota besar.
Banyak tantangan yang dihadapi dalam pembangunan ladang angin (wind farm), mulai dari penolakan masyarakat lokal karena isu estetika, kebisingan, hingga mitos dampak buruk terhadap burung migran.
Tanggal 15 Juni dijadikan momen bagi para ilmuwan dan korporasi energi untuk membuka dialog, memamerkan inovasi turbin yang kian ramah lingkungan, serta mematahkan misinformasi tersebut.
Setiap tanggal 15 Juni, GWEC dan WindEurope memanfaatkan momentum ini untuk mendesak para pemimpin dunia dan pembuat kebijakan agar memberikan insentif, menyederhanakan izin birokrasi, dan meningkatkan investasi pada infrastruktur energi angin, baik di daratan (onshore) maupun di lepas pantai (offshore).
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Hari Angin Sedunia Global Wind Day 15 Juni Peringatan Dunia Bulan Juni























