Minggu, 14/06/2026 04:53 WIB

Hari Donor Darah Sedunia Diperingati Setiap 14 Juni, Ini Sejarahnya





Setiap tanggal 14 Juni, masyarakat dunia memperingati Hari Donor Darah Sedunia atau World Blood Donor Day.

Ilustrasi - ini sejarah peringatan Hari Donor Darah Sedunia setiap 14 Juni (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 14 Juni, masyarakat dunia memperingati Hari Donor Darah Sedunia atau World Blood Donor Day sebagai bentuk penghargaan kepada para pendonor darah sukarela yang telah membantu menyelamatkan jutaan nyawa di berbagai negara.

Peringatan internasional ini juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ketersediaan darah yang aman dan berkualitas bagi kebutuhan medis.

Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menegaskan bahwa donor darah merupakan salah satu pilar utama dalam sistem kesehatan modern.

Hari Donor Darah Sedunia pertama kali diperingati pada tahun 2004 atas prakarsa WHO bersama sejumlah organisasi internasional yang bergerak di bidang transfusi darah dan kemanusiaan.

Setahun kemudian, tepatnya pada 2005, peringatan ini secara resmi ditetapkan sebagai agenda tahunan global oleh Majelis Kesehatan Dunia ke-58.

Tanggal 14 Juni dipilih untuk menghormati kelahiran Karl Landsteiner, ilmuwan asal Austria yang menemukan sistem golongan darah ABO pada tahun 1901.

Penemuan tersebut menjadi tonggak penting dalam perkembangan ilmu transfusi darah modern dan menyelamatkan jutaan pasien di seluruh dunia.

Selain menemukan sistem ABO, Landsteiner juga berperan dalam identifikasi faktor Rhesus (Rh), yang memungkinkan prosedur transfusi darah dilakukan dengan lebih aman. Atas kontribusinya tersebut, ia dianugerahi Hadiah Nobel Kedokteran pada tahun 1930.

WHO juga menekankan bahwa kebutuhan darah bersifat universal, tetapi akses terhadap darah yang aman masih menjadi tantangan di banyak negara, terutama negara berkembang. Karena itu, partisipasi pendonor sukarela sangat dibutuhkan untuk menjaga pasokan darah tetap stabil.

Darah dibutuhkan dalam berbagai kondisi medis, mulai dari operasi besar, kecelakaan, komplikasi persalinan, pengobatan kanker, hingga penanganan penyakit darah kronis seperti talasemia dan hemofilia.

WHO menyebut transfusi darah sering kali menjadi faktor penentu antara hidup dan mati bagi pasien yang membutuhkan penanganan darurat.

Melalui peringatan Hari Donor Darah Sedunia, masyarakat diajak untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sosial dan kemanusiaan.

Selain bermanfaat bagi penerima, donor darah secara rutin juga dapat membantu menjaga kesehatan tubuh pendonor melalui pemeriksaan kesehatan berkala yang dilakukan sebelum proses donor.

Dengan semangat solidaritas dan kepedulian, Hari Donor Darah Sedunia menjadi pengingat bahwa satu kantong darah dapat memberikan kesempatan hidup bagi mereka yang membutuhkan.

KEYWORD :

Hari Donor Darah Sedunia 14 Juni Peringatan Dunia Kalender Peringatan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :