Anggota Komisi III DPR RI Lola Nelria Oktavia. (Foto: Dok. Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi III DPR RI Lola Nelria Oktavia mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengusut tuntas kasus tewasnya seorang petugas keamanan (satpam) di kawasan Waduk Jatiluhur.
Ia meminta penyidikan dilakukan secara cepat, profesional, dan transparan agar memberikan kepastian hukum serta memenuhi rasa keadilan bagi keluarga korban.
"Peristiwa ini sangat memprihatinkan dan harus menjadi perhatian serius karena menyangkut hilangnya nyawa seseorang dengan dugaan tindak pidana yang dilakukan secara brutal,” kata Lola kepada wartawan, Rabu, 29 Juli 2026.
Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat XI itu menegaskan negara tidak boleh memberikan toleransi terhadap segala bentuk kekerasan yang berujung pada hilangnya nyawa.
Karena itu, ia meminta Polri mengungkap seluruh fakta dalam perkara tersebut dan menindak para pelaku sesuai ketentuan hukum.
"Komisi III DPR RI dan saya pribadi mendorong Polri untuk mengusut perkara ini secara cepat, profesional, dan transparan, sehingga seluruh fakta dapat terungkap dan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.
Lola menilai keterbukaan informasi selama proses penyidikan juga menjadi faktor penting untuk mencegah munculnya spekulasi di tengah masyarakat.
Ia berharap Polri memberikan informasi perkembangan penanganan kasus secara berkala guna menjaga kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum.
Sebagai mitra kerja Polri, kata Lola, Komisi III DPR RI akan menjalankan fungsi pengawasan agar penyidikan berlangsung objektif, berdasarkan alat bukti, serta bebas dari intervensi pihak mana pun. Menurutnya, penyidik harus mampu mengungkap pelaku, motif, hingga kemungkinan keterlibatan pihak lain.
“Prinsipnya, kami ingin memastikan penyidikan berjalan berdasarkan alat bukti, bebas dari intervensi pihak mana pun, serta mampu mengungkap secara utuh siapa pelaku, motif, maupun kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat. Tidak boleh ada impunitas dalam perkara seperti ini,” tegasnya.
Ia juga mendorong aparat memanfaatkan seluruh bukti yang tersedia, termasuk rekaman CCTV apabila ada, serta teknologi forensik digital untuk memperkuat proses pembuktian secara objektif dan akurat.
Di sisi lain, Lola memandang kasus tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi pengelola kawasan strategis maupun objek vital dalam memperkuat sistem keamanan. Menurutnya, perlindungan terhadap petugas keamanan tidak cukup hanya mengandalkan personel, tetapi juga memerlukan dukungan teknologi pengawasan dan koordinasi yang baik dengan aparat penegak hukum.
“Para petugas keamanan adalah garda terdepan yang menjalankan tugas untuk melindungi aset dan masyarakat, sehingga mereka juga berhak mendapatkan perlindungan maksimal dalam menjalankan pekerjaannya,” tuturnya.
Lola juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan melaporkan aktivitas yang mencurigakan kepada aparat. Ia berharap kasus tersebut dapat segera diungkap hingga tuntas, sehingga memberikan efek jera kepada pelaku, menghadirkan keadilan bagi keluarga korban, dan memulihkan rasa aman di tengah masyarakat.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Warta DPR Komisi III DPR Satpam Jatiluhur Tewas Waduk Jatiluhur Kasus Pembunuhan Satpam























