Sabtu, 12/09/2026 01:45 WIB

Gunung Puntang, Pesona Alam dengan Jejak Sejarah Panjang





Dari pusat Kota Bandung, kawasan ini bisa ditempuh sekitar 1 hingga 1,5 jam perjalanan sehingga relatif mudah dijangkau untuk kegiatan wisata alam dan pendakian

Gunung Puntang (Foto: Via Info Bandung)

Jakarta, Jurnas.com - Gunung Puntang merupakan salah satu destinasi alam di kawasan Pegunungan Malabar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang memiliki perpaduan menarik antara keindahan alam, sejarah kolonial, legenda Sunda, dan kekayaan hayati.

Berada di Desa Cimaung, Kecamatan Banjaran, Gunung Puntang menjadi salah satu kawasan yang kerap dikunjungi pendaki dan pecinta alam. Gunung ini merupakan bagian dari kawasan Pegunungan Malabar–Puntang yang membentuk lanskap hijau khas Bandung Selatan.

Dikutip dari berbagai sumber, Gunung Puntang memiliki ketinggian sekitar 2.223 meter di atas permukaan laut (mdpl), dengan Puncak Mega sebagai salah satu titik tertingginya. Dari pusat Kota Bandung, kawasan ini bisa ditempuh sekitar 1 hingga 1,5 jam perjalanan sehingga relatif mudah dijangkau untuk kegiatan wisata alam dan pendakian.

Gunung Puntang dikenal memiliki kawasan hutan pegunungan yang masih terjaga dan menjadi salah satu lokasi untuk aktivitas camping. Puncak Mega menjadi salah satu daya tarik karena panorama matahari terbit dan matahari terbenam dapat dinikmati dari kawasan tersebut.

Keindahan alam menjadi salah satu sisi Gunung Puntang yang paling dikenal. Namun, kawasan ini memiliki cerita yang jauh lebih panjang karena di balik lanskap pegunungannya terdapat beragam kisah yang berkembang dalam masyarakat Sunda, termasuk dalam hal penamaannya.

Nama Gunung Puntang memiliki sejumlah versi cerita yang berkembang di masyarakat. Salah satu kisah menyebut nama tersebut berkaitan dengan kepanikan para prajurit kerajaan yang berlarian mencari seorang putri yang hilang di kawasan hutan sekitar gunung.

Versi lainnya mengaitkan kata “Puntang” dengan bahasa Sunda yang berarti “megang” atau “pegang”. Makna tersebut kemudian dikaitkan dengan karakter kawasan Gunung Puntang yang berada di wilayah Pegunungan Malabar.

Selain asal-usul nama, Gunung Puntang juga lekat dengan legenda kerajaan yang hilang dan sosok Prabu Siliwangi. Dalam cerita rakyat yang berkembang, kawasan tersebut disebut pernah menjadi pusat kerajaan yang kemudian lenyap secara misterius setelah mendapat serangan makhluk gaib.

Di sekitar kawasan Gunung Puntang juga terdapat gua sepanjang sekitar satu kilometer yang terhubung dengan Curug Siliwangi. Masyarakat setempat meyakini jalur tersebut menyimpan kisah spiritual serta peninggalan legenda kerajaan masa lalu yang berkaitan dengan Raja Siliwangi.

Di balik legenda Sunda, Gunung Puntang juga menyimpan jejak sejarah teknologi komunikasi pada masa kolonial Belanda.

Pada awal abad ke-20, kawasan ini menjadi lokasi pembangunan Radio Malabar yang pernah tercatat sebagai salah satu stasiun radio terbesar di dunia. Stasiun tersebut dirancang oleh Cornelius Johannes de Groot untuk membangun komunikasi jarak jauh antara Hindia Belanda dan Belanda yang berjarak sekitar 12.000 kilometer.

Keberadaan Radio Malabar membuat Gunung Puntang memiliki posisi penting dalam sejarah teknologi komunikasi di Indonesia. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya membangun hubungan komunikasi jarak jauh antara wilayah kolonial Belanda di Asia dan negeri Belanda di Eropa.

Kini, bangunan Radio Malabar memang tidak lagi berdiri utuh. Namun, puing-puingnya masih dapat ditemukan di kawasan Gunung Puntang dan menjadi salah satu daya tarik wisata sejarah yang memperlihatkan peran strategis kawasan tersebut pada masa lalu.

Perkembangan Gunung Puntang sebagai kawasan wisata juga berlangsung secara bertahap. Kawasan ini resmi dibuka sebagai tempat wisata pada 1998 setelah sebelumnya berstatus sebagai hutan produksi.

Pada 2005, kawasan tersebut kemudian ditetapkan sebagai hutan lindung. Status ini turut memperkuat fungsi Gunung Puntang sebagai kawasan yang menjaga keberlanjutan ekosistem hutan.

Kekayaan alam Gunung Puntang juga tercermin dari keberadaan sejumlah satwa langka. Elang Jawa dan Owa Jawa disebut masih dapat dijumpai di kawasan hutan Gunung Puntang.

Di sisi lain, Gunung Puntang tidak hanya dikenal karena alam dan sejarahnya. Kawasan ini juga dikenal sebagai salah satu penghasil Kopi Puntang.

Kopi tersebut memiliki karakter cita rasa yang khas dengan aroma kuat serta perpaduan rasa manis dan asam yang seimbang. Keberadaan kopi menjadi bagian lain dari daya tarik kawasan Gunung Puntang selain wisata alam dan sejarah.

Gunung Puntang pada akhirnya memiliki daya tarik yang tidak hanya bertumpu pada pemandangan pegunungan. Dalam satu kawasan, terdapat lanskap hutan, jalur pendakian, panorama Puncak Mega, legenda Sunda, jejak Radio Malabar, kekayaan hayati, hingga Kopi Puntang.

Perpaduan tersebut membuat Gunung Puntang menjadi salah satu kawasan di Bandung Selatan yang menawarkan pengalaman wisata alam sekaligus sejarah dan budaya. Keindahan alamnya menjadi daya tarik utama, sementara legenda dan peninggalan Radio Malabar memberikan dimensi sejarah yang membuat kawasan ini memiliki cerita lebih panjang dari sekadar destinasi pendakian. (*)

KEYWORD :

Gunung Puntang Jawa Barat Kabupaten Bandung Pegunungan Malabar–Puntang




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :