Jum'at, 11/09/2026 23:58 WIB

Tragedi Tanjung Priok 12 September 1984: Ini Sejarah hingga Kronologinya





Tanggal 12 September senantiasa menjadi pengingat akan salah satu peristiwa paling kelam dalam rekam jejak sejarah modern Indonesia.

Ilustrasi - Tragedi Tanjung Priok pada tanggal 12 September 1984 (Foto: KOMPAS/BAMBANG SUKARTIONO)

Jakarta, Jurnas.com - Tanggal 12 September senantiasa menjadi pengingat akan salah satu peristiwa paling kelam dalam rekam jejak sejarah modern Indonesia.

Lebih dari empat dekade berlalu, ingatan publik terhadap Tragedi Tanjung Priok yang meletus pada 1984 tidak pernah surut.

Peringatan tahunan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali komitmen bangsa terhadap penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) serta keadilan bagi para korban dan keluarganya.

Peristiwa yang terjadi di kawasan Jakarta Utara tersebut berakar dari eskalasi ketegangan politik dan sosial pada era Orde Baru.

Berawal dari perselisihan terkait isu ketertiban umum dan simbol-simbol keagamaan di kawasan Priok, situasi dengan cepat memanas.

Puncaknya terjadi pada malam 12 September 1984, ketika massa yang menuntut pembebasan sejawat mereka yang ditahan tumpah ke jalan.

Tindakan represif aparat keamanan dalam mengendalikan demonstrasi massa berujung pada bentrokan berdarah yang memakan korban jiwa dan luka-luka dalam jumlah besar.

Meskipun Pemerintah melalui Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan mekanisme peradilan HAM ad hoc telah berupaya melakukan penanganan hukum di masa pasca-Reformasi.

Refleksi tahunan ini mempertegas bahwa pengusutan tuntas serta pemulihan hak-hak korban tetap menjadi agenda yang belum sepenuhnya usai.

Berbagai elemen masyarakat sipil, aktivis HAM, hingga organisasi keagamaan terus mengawal isu ini agar nilai-nilai keadilan tidak tergerus oleh waktu.

Memperingati Tragedi Tanjung Priok setiap 12 September bukan sekadar membuka luka lama, melainkan pengingat kolektif agar pendekatan kekerasan dalam menyelesaikan konflik sosial-politik tidak lagi berulang di era demokrasi.

Edukasi sejarah yang jujur dan jaminan perlindungan hak-hak sipil menjadi fondasi utama agar bangsa Indonesia senantiasa belajar dari masa lalu demi masa depan yang lebih adil dan bermartabat.

KEYWORD :

Tragedi Tanjung Priok 12 September 1984 Sejarah Indonesia Bulan September




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :