Rabu, 29/07/2026 15:37 WIB

Gedung Putih Resmi Larang Impor Robot Humanoid Asal China





Gedung Putih mengumumkan larangan impor terhadap robot dan inverter daya baru asal China. Langkah ini diambil untuk mengamankan pengembangan AI dalam negeri

Robot humanoid yang diproduksi China (Foto: Reuters)

Washington, Jurnas.com - Gedung Putih mengumumkan larangan impor terhadap robot dan inverter daya baru asal China. Langkah ini diambil untuk mengamankan pengembangan kecerdasan buatan (AI) AS dari ancaman keamanan nasional, sekaligus menarik kembali industri-industri kunci yang berpotensi tumbuh pesat ke dalam negeri.

Komisi Komunikasi Federal (FCC) menerbitkan kebijakan tersebut pada Rabu (29/7). Aturan ini memblokir masuknya robot humanoid dan robot berkaki empat buatan China, serta inverter daya yang berfungsi menyambungkan sumber energi terbarukan dan baterai ke jaringan listrik maupun perangkat pusat data.

Menurut laporan Reuters, pembatasan ini menegaskan niat pemerintah AS untuk melindungi rantai pasok AI mereka dari risiko peretasan, pencurian data, dan sabotase oleh pihak China. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat mendorong perusahaan-perusahaan agar memindahkan pusat produksi mereka kembali ke Amerika Serikat.

"Perangkat-perangkat ini dapat menciptakan kerentanan rantai pasokan yang dapat mengganggu keamanan ekonomi dan nasional AS serta dapat menciptakan risiko keamanan siber yang mengancam infrastruktur penting Amerika," kata FCC dalam sebuah pernyataan.

"FCC akan terus melakukan bagian kami untuk mengamankan rantai pasokan penting Amerika," tambah Ketua FCC Brendan Carr dalam keterangannya.

Sementara itu, Kedutaan Besar China di Washington menyatakan bahwa Beijing mendesak Amerika Serikat untuk memperhatikan suara-suara yang objektif dan rasional dari komunitas bisnis di kedua negara, menghentikan upaya mencoreng nama baik perusahaan-perusahaan China, serta mengancam perusahaan dengan sanksi.

"Pemerintah China akan mengambil semua langkah yang diperlukan sebagai tanggapan atas setiap tindakan yang menyebabkan kerugian material pada kepentingannya," ujar pihak kedutaan.

Para analis memprediksi bahwa robot humanoid dengan otak AI akan semakin banyak digunakan di sektor konsumen maupun industri. Di sisi lain, pesatnya pembangunan pusat data di AS juga sangat bergantung pada ketersediaan inverter yang andal.

Menteri Keuangan Scott Bessent sebelumnya juga telah memperingatkan kemungkinan dijatuhkannya sanksi AS terhadap perusahaan-perusahaan AI China, atas dugaan pencurian kekayaan intelektual AS.

Para pejabat AS berusaha keras mencegah terulangnya monopoli seperti yang terjadi pada mineral tanah jarang. Dominasi China atas material penting untuk manufaktur teknologi tersebut telah memberi Beijing keuntungan besar di kancah internasional.

Menurut empat sumber terpisah, pasca kebijakan ini diterapkan, FCC kemungkinan akan mengecualikan berbagai pemasok non-China dari aturan pembatasan, sejalan dengan langkah serupa pada pelarangan drone dan router asing baru-baru ini.

Aturan yang langsung berlaku usai diterbitkan ini hanya menargetkan model robot dan inverter yang belum diluncurkan ke pasaran. Meski demikian, FCC tetap berwenang untuk mencabut izin penjualan atas model-model yang saat ini sudah beredar di Amerika Serikat.

KEYWORD :

Larangan Impor Robot AI Robot Humanoid Perang Dagang AS-China




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :