Presiden China, Xi Jinping, dan Presiden AS Donald Trump (Foto: AFP)
Beijing, Jurnas.com - Presiden China Xi Jinping menyatakan minatnya untuk meningkatkan pembelian minyak mentah dari Amerika Serikat (AS) guna mengurangi ketergantungan negaranya pada jalur pelayaran Selat Hormuz yang kini tengah dilanda konflik.
Berdasarkan laporan resmi Gedung Putih pada Kamis (14/5), keinginan ini disampaikan Xi dalam pertemuan puncaknya dengan Presiden Donald Trump di Beijing.
Selain membahas energi, kedua pemimpin sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka demi kelancaran pasokan energi dunia, serta menolak keras segala bentuk militerisasi maupun pengenaan biaya tol di jalur air tersebut.
Meskipun laporan Gedung Putih menonjolkan isu minyak, ringkasan resmi dari media pemerintah China tidak menyebutkan poin pembelian energi tersebut. China tercatat belum mengimpor minyak AS sama sekali sejak Mei 2025 akibat pengenaan tarif sebesar 20 persen selama perang dagang berlangsung.
Para analis menilai bahwa penghapusan tarif tersebut menjadi syarat mutlak bagi China sebelum kembali melanjutkan pembelian minyak dalam skala besar dari Washington.
"Bahkan dengan upaya pencarian alternatif jalur non-Hormuz, tarif 20 persen tetap membuat minyak mentah ringan AS tidak kompetitif secara komersial dibandingkan dengan jenis minyak lainnya," ujar Emma Li, analis dari firma pelacakan kapal Vortexa dikutip dari Reuters.
Sebagai catatan, AS sebenarnya belum pernah menjadi sumber utama minyak mentah bagi China. Impor tertinggi terjadi pada 2020 dengan angka 395.000 barel per hari, atau hanya mencakup 4 persen dari total impor China.
Namun, kehadiran pimpinan perusahaan minyak negara CNPC dalam jamuan makan malam delegasi AS memberikan sinyal kuat adanya potensi kesepakatan baru.
Di tengah tekanan ekonomi global, kedua negara diharapkan segera bergerak menuju mekanisme perdagangan barang non-sensitif pekan ini. Reuters melaporkan bahwa AS dan China kemungkinan besar akan mengidentifikasi barang senilai US$30 miliar yang dapat dikurangi tarifnya sebagai bentuk langkah awal pemulihan hubungan dagang kedua raksasa ekonomi tersebut.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Minyak Amerika Serikat Xi Jinping Donald Trump Blokade Selat Hormuz Perang Dagang AS-China


























