Kamis, 14/05/2026 15:01 WIB

Legenda Curug Siliwangi dan Pesona Gunung Puntang di Bandung Selatan





Curug Siliwangi menjadi salah satu destinasi alam paling menarik di kawasan Gunung Puntang, Bandung Selatan

Curug Siliwangi di kawasan Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Foto: Via Bandungbergerak)

Jakarta, Jurnas.com - Curug Siliwangi menjadi salah satu destinasi alam paling menarik di kawasan Gunung Puntang, Bandung Selatan. Air terjun setinggi sekitar 150 meter ini menawarkan kombinasi panorama hutan tropis, jalur trekking menantang, serta legenda Prabu Siliwangi yang masih dipercaya masyarakat setempat.

Terletak di Desa Campaka Mulya, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Curug Siliwangi dikenal dengan suasana alami dan aliran airnya yang jernih.

Dikutip dari berbagai sumber, lokasi ini kerap menjadi tujuan wisatawan yang mencari ketenangan sekaligus pengalaman petualangan di tengah hutan pinus Pegunungan Malabar.

Untuk mencapai air terjun, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 3,5 kilometer dari kawasan Kolam Cinta. Jalur trekking didominasi jalan setapak berbatu, tanjakan, serta beberapa lintasan sungai kecil yang membuat perjalanan terasa lebih menantang.

Meski membutuhkan tenaga ekstra, perjalanan menuju Curug Siliwangi justru menjadi daya tarik utama bagi pencinta aktivitas outdoor. Pepohonan pinus yang rapat, udara sejuk, serta suara alam sepanjang jalur membuat suasana terasa tenang dan menyegarkan.

Di tengah perjalanan, wisatawan akan melewati aliran Ci Geureuh yang dikenal sangat jernih. Namun saat musim hujan, debit air sungai dapat meningkat sehingga pengunjung perlu berhati-hati ketika menyeberang.

Sesampainya di lokasi, Curug Siliwangi menyuguhkan pemandangan air terjun deras yang dikelilingi tebing dan vegetasi hijau lebat. Suasana yang relatif sepi membuat kawasan ini cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi lain Gunung Puntang di luar wisata camping dan sejarah.

Selain panorama alamnya, Curug Siliwangi juga lekat dengan legenda Prabu Siliwangi yang hidup di tengah masyarakat Sunda. Nama Gunung Puntang dipercaya berasal dari kata muntang yang berarti berpegangan, merujuk pada kisah ibunda Prabu Siliwangi saat melahirkan.

Nama Gunung Puntang tak bisa dilepaskan dari legenda Prabu Siliwangi yang sangat kuat dalam budaya Sunda. Menurut cerita masyarakat setempat, kawasan ini dahulu dikenal sebagai Kerajaan Puntang atau Nagara Puntang yang diyakini dibangun oleh Prabu Siliwangi.

Nama “Puntang” sendiri dipercaya berasal dari kata muntang dalam bahasa Sunda, yang berarti berpegangan. Konon, ibunda Prabu Siliwangi berpegangan saat melahirkan sang raja di kawasan tersebut.

Legenda lain menyebut Curug Siliwangi merupakan tempat Prabu Siliwangi dimandikan semasa kecil. Bahkan berkembang cerita rakyat yang lebih unik bahwa air terjun itu terbentuk dari air pipis Prabu Siliwangi saat kecil.

Seiring bertambah dewasa, Prabu Siliwangi diyakini kerap bertapa dan menyepi di sekitar air terjun tersebut. Curug Siliwangi sendiri berada di antara dua gunung, yakni Gunung Puntang sebagai simbol tempat kelahiran Prabu Siliwangi dan Gunung Haruman yang dipercaya sebagai tempat bermainnya.

Masyarakat setempat meyakini Curug Siliwangi merupakan tempat Prabu Siliwangi dimandikan semasa kecil. Bahkan berkembang cerita rakyat yang menyebut air terjun tersebut terbentuk dari air pipis Prabu Siliwangi ketika masih anak-anak.

Seiring bertambah dewasa, Prabu Siliwangi disebut kerap bertapa dan menyepi di kawasan air terjun tersebut. Kepercayaan itu diperkuat dengan keberadaan batu-batu seperti Batu Pedang, Batu Korsi, dan Batu Kaca-kaca yang hingga kini masih dikaitkan dengan kisah sang raja legendaris Pajajaran.

Tak hanya dikenal lewat wisata alam dan legendanya, Gunung Puntang juga memiliki reputasi internasional melalui kopi arabikanya. Kopi Gunung Puntang bahkan sempat meraih penghargaan dalam ajang kopi internasional di Atlanta, Amerika Serikat, pada 2016.

Kopi khas Bandung Selatan itu dikenal memiliki karakter rasa manis dan sedikit asam sehingga dijuluki “Kopi Gulali”. Banyak wisatawan memilih menikmati kopi tersebut setelah menyelesaikan perjalanan trekking menuju Curug Siliwangi.

Karena jalurnya cukup panjang dan menantang, perjalanan menuju Curug Siliwangi disarankan dimulai sejak pagi hari. Pengunjung juga diimbau datang bersama orang yang memahami medan serta tetap menjaga kebersihan kawasan agar kelestarian alam Gunung Puntang tetap terjaga. (*)

KEYWORD :

Curug Siliwangi Gunung Puntang Bandung Selatan Jawa Barat




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :