ILIR7 Band luncurkan single Seandainya Tercipta Untukku. (Foto: Jurnas/Ist).
Jakarta, Jurnas.com- Hanya Bisa Mendoakan, Tidak Untuk Memiliki. Sebagian besar dari kita, tentunya pernah ada di fase begitu sangat menginginkan seseorang, namun sadar jika dirinya tidak berhak memilikinya. Romansa pahit inilah yang dieksekusi ILIR7 di single terbaru mereka berjudul “Seandainya Tercipta Untukku”.
Tanpa basa-basi puitis yang rumit, lirik lagu ini langsung menabrak ke inti masalah, aku rindu dia, aku butuh dia, tapi ku bukan kekasih dia.
Ini bukan sekadar lagu pop biasa, ini adalah representasi dari rasa ragu dan keikhlasan, bagi mereka yang hanya berani mencintai dalam diam. Lagu ini mewakili perasaan siapa saja yang sedang terjebak dalam friendzone, cinta beda agama, atau sekadar sadar diri bahwa mereka tidak berhak memiliki sosok yang diinginkan. Dilematis seperti ini, selalu menyisakan dua hal yaitu, harapan tinggi dan patah hati yang mendalam.
Mengusung pop balada dengan progresi chord yang melankolis. Aransemennya dirancang dengan komposisi yang tidak terlalu rumit, ini bertujuan memberikan ruang yang lebih lebar kepada pendengar, untuk bisa menyerap lebih dalam dari kegetiran susunan lirik yang dibangunnya.
Grup band ILIR7 mencoba menghadirkan nuansa yang lebih dalam dan emosional, tanpa kehilangan karakter easy listening mereka.
“Lagu ini tentang perasaan yang mungkin banyak orang pernah alami, tapi ada diantaranya yang nggak berani ungkapin. Kadang kita cuma bisa berharap dalam diam, dan itu rasanya campur aduk banget”, kata Vic menceritakan makna lagu, yang ia ciptakan tersebut.
ILIR7 Band mulai berkiprah di industri musik Tanah Air sejak tahun 2013, perlahan tapi pasti, mereka berhasil mencuri perhatian pecinta musik pop Indonesia. Nama mereka makin di kenal, setelah single “Salah Apa Aku” yang juga dikenal luas dengan judul “Setan Apa Yang Merasukimu”.
Sempat viral di berbagai platform media sosial pada penghujung tahun 2019. Dari TikTok sampai YouTube, lagu ini jadi soundtrack patah hati sejuta umat. Dengan warna musik yang easy listening dan lirik yang kena di hati.
ILIR7 sukses membangun identitas mereka sebagai band pop yang dekat dengan realita percintaan anak muda zaman sekarang. Kesuksesan besar dari single “Salah Apa Aku” membawa ILIR7 ke level berikutnya. Mereka didaulat menjadi salah satu nominasi di ajang Billboard Indonesia Musik Award 2020 untuk kategori Top Karaoke Song Of The Year dan Top Streaming Song Of The Year (Video). Pencapaian ini jadi bukti kalau karya mereka bukan cuma viral sesaat, tapi juga punya impact yang kuat di industry musik.
Berasal dari Lubuklinggau, Sumatra Selatan, ILIR7 kini digawangi oleh Ave sebagai vokalis, Vic di bass, Zinc di gitar, dan Richie di drum. Formasi ini tetap solid hingga sekarang, menghadirkan energi dan chemistry yang terasa di setiap karya mereka. Meski berasal dari daerah, ILIR7 berhasil membuktikan bahwa karya berkualitas bisa datang dari mana saja. Perjalanan selama 13 tahun tentu bukan waktu yang sebentar bagi sebuah band untuk tetap bertahan di industri musik yang dinamis dan penuh tantangan. Namun ILIR7 membuktikan bahwa konsistensi, kerja keras, dan kedekatan dengan pendengar adalah kunci utama mereka untuk tetap eksis.
Mereka terus beradaptasi tanpa kehilangan identitas, dan selalu berusaha menghadirkan karya yang relevan dengan kehidupan banyak orang. “Seandainya Tercipta Untukku” menjadi salah satu bukti bahwa ILIR7 masih punya tempat di hati para penikmat musik Indonesia. Dengan semangat yang sama seperti saat mereka memulai, ILIR7 terus melangkah, menghadirkan karya demi karya yang nggak cuma enak didengar, tapi juga punya makna. Karena pada akhirnya, musik bukan Cuma soal tren, tapi soal rasa yang bisa terus hidup di hati pendengarnya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Grup Band ILIR7 Seandainya Tercipta Untukku Billboard Indonesia


















