Presiden Lebanon Joseph Aoun (Foto: Mark Schiefelbein/AP)
Beirut, Jurnas.com - Presiden Lebanon Joseph Aoun menggelar pembicaraan tingkat tinggi dengan Ketua Parlemen Nabih Berri di Istana Baabda, di tengah meningkatnya tekanan untuk merealisasikan kesepakatan gencatan senjata dengan Israel.
Berri, yang menjabat sebagai Ketua Parlemen sekaligus memimpin Gerakan Amal, memegang posisi yang sangat strategis.
Meski bersekutu dengan Hizbullah, ia terus berupaya menjaga keseimbangan demi mempertahankan persatuan nasional serta mencegah terjadinya konflik antargolongan.
Pertemuan ini terjadi pada momen yang sangat krusial, dengan fokus pembahasan pada kesepakatan kerangka kerja bermediasi AS yang ditandatangani pada 26 Juni bersama Israel.
Kesepakatan tersebut mengatur skema penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah Lebanon yang diduduki, sebagai imbalan atas pelucutan senjata Hizbullah dan pemulihan kedaulatan penuh negara di seluruh wilayah Lebanon.
Di beberapa "zona uji coba" awal, penempatan tentara Angkatan Bersenjata Lebanon sudah mulai terlihat, bersamaan dengan mulainya penarikan pasukan Israel dari beberapa kawasan, termasuk wilayah Zawtar al-Gharbiyeh.
Kendati demikian, kelompok Hizbullah dilaporkan masih menolak isi kesepakatan tersebut dan enggan untuk melucuti senjata mereka.
Sumber: Aljazeera
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Presiden Lebanon Joseph Aoun Gencatan Senjata Ketua Parlemen Lebanon
























