Minggu, 13/09/2026 02:14 WIB

Hari Berpikir Positif Setiap 13 September: Sejarah, Makna, dan Manfaatnya





Di tengah padatnya rutinitas harian dan tingginya tingkat stres masyarakat urban, tanggal 13 September diperingati sebagai Hari Berpikir Positif.

Ilustrasi - Hari Berpikir Positif setiap 13 September, ini makna dan tujuannya (Foto: Freepik)

Jakarta, Jurnas.com - Di tengah padatnya rutinitas harian dan tingginya tingkat stres masyarakat urban, tanggal 13 September diperingati sebagai Hari Berpikir Positif (Positive Thinking Day).

Momen peringatan ini hadir sebagai pengingat global akan pentingnya mengelola pola pikir untuk mendukung kesehatan mental serta kesejahteraan emosional.

Peringatan Hari Berpikir Positif pertama kali digagas pada tahun 2003 oleh seorang pengusaha asal Amerika Serikat.

Inisiatif ini muncul dari kesadaran bahwa kebiasaan merenungi hal-hal negatif secara berlebihan (rumination) dapat memicu kecemasan mendalam dan menurunkan kualitas hidup.

Meskipun bermula sebagai gerakan kampanye independen, ide ini dengan cepat menyebar ke berbagai negara melalui jaringan media sosial dan komunitas kesehatan mental.

Peringatan ini dirancang bukan untuk mengabaikan emosi negatif atau masalah hidup yang nyata, melainkan untuk melatih otak dalam mengidentifikasi solusi dan sudut pandang yang lebih sehat saat menghadapi kendala.

Berbagai studi psikologi dan medis modern menunjukkan bahwa mengadopsi pola pikir optimis memberikan manfaat nyata bagi kesehatan tubuh.

Penelitian dari Mayo Clinic mengungkapkan bahwa kebiasaan berpikir positif berkontribusi pada penurunan risiko depresi, meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, serta menurunkan tingkat stres kardiovaskular.

Selain dampak fisik, individu yang membiasakan diri fokus pada aspek positif cenderung memiliki ketahanan mental (resilience) yang lebih baik.

Hal ini memungkinkan seseorang untuk bangkit lebih cepat dari kegagalan serta menjaga hubungan interpersonal yang lebih harmonis di lingkungan kerja maupun keluarga.

Memperingati momen ini tidak memerlukan perayaan yang rumit. Para pakar kesehatan jiwa menyarankan beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan sehari-hari:


- Affirmasi Diri dan Dialog Positif: Mengganti kalimat kritik internal yang merusak dengan kata-kata penguatan yang membangun percaya diri.

- Jurnal Rasa Syukur (Gratitude Journaling): Menuliskan tiga hingga lima hal kecil yang disyukuri setiap harinya untuk mengalihkan fokus otak dari persepsi kekurangan.

- Membatasi Konsumsi Informasi Negatif: Mengurangi paparan berita buruk atau interaksi di media sosial yang memicu kecemasan berlebih.

- Berbagi Kebaikan: Memberikan pujian tulus atau bantuan kecil kepada orang lain di sekitar untuk menciptakan energi positif yang saling mendukung.

KEYWORD :

Hari Berpikir Positif 13 September Peringatan Dunia Bulan September




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :