Jum'at, 12/06/2026 00:24 WIB

Hari Dunia Menentang Pekerja Anak Setiap 12 Juni, Ini Sejarahnya





Setiap tanggal 12 Juni, masyarakat internasional memperingati Hari Dunia Menentang Pekerja Anak atau World Day Against Child Labour.

Ilustrasi - ini sejarah peringatan Hari Dunia Menentang Pekerja Anak setiap 12 Juni (Foto: ugm.ac.id)

Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 12 Juni, masyarakat internasional memperingati Hari Dunia Menentang Pekerja Anak atau World Day Against Child Labour.

Peringatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran global mengenai praktik pekerja anak yang masih terjadi di berbagai negara serta mendorong upaya perlindungan terhadap hak-hak anak.

Hari Dunia Menentang Pekerja Anak pertama kali diluncurkan oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) pada tahun 2002.

Saat itu, ILO ingin mengajak pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, dan masyarakat internasional untuk bersama-sama menghapus segala bentuk eksploitasi terhadap anak-anak.

Lahirnya peringatan ini tidak terlepas dari tingginya angka pekerja anak di berbagai belahan dunia. Banyak anak terpaksa bekerja karena kemiskinan, konflik, bencana, hingga keterbatasan akses pendidikan.

Menurut ILO, pekerja anak adalah pekerjaan yang merampas masa kanak-kanak, mengganggu pendidikan, serta membahayakan kesehatan fisik maupun mental anak. Kondisi tersebut membuat jutaan anak kehilangan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Untuk meningkatkan perhatian dunia terhadap persoalan tersebut, ILO kemudian menetapkan 12 Juni sebagai Hari Dunia Menentang Pekerja Anak. Sejak saat itu, peringatan ini diperingati setiap tahun dengan tema yang berbeda-beda sesuai tantangan yang dihadapi.

Meski berbagai kemajuan telah dicapai, pekerja anak masih menjadi persoalan global. Anak-anak yang bekerja sering ditemukan di sektor pertanian, pertambangan, manufaktur, konstruksi, hingga pekerjaan rumah tangga.

Sebagian dari mereka bahkan bekerja dalam kondisi berbahaya yang dapat mengancam keselamatan dan masa depan mereka. Selain kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan, anak-anak yang bekerja juga rentan mengalami kekerasan, eksploitasi, dan gangguan kesehatan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai penghapusan pekerja anak merupakan bagian penting dari upaya mencapai pembangunan berkelanjutan dan perlindungan hak asasi manusia.

KEYWORD :

Hari Dunia Menentang Pekerja Anak 12 Juni Peringatan Dunia




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :