Kamis, 11/06/2026 00:07 WIB

Apa Itu Kanker Prostat? Kenali Gejala, Penyebab, dan Risikonya





Kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering menyerang pria di seluruh dunia.

Ilustrasi - kanker prostat (Foto: iStock/Nadila Lapshynska)

 

Jakarta, Jurnas.com - Kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering menyerang pria di seluruh dunia.

Penyakit ini terjadi ketika sel-sel abnormal tumbuh secara tidak terkendali pada kelenjar prostat, yaitu organ kecil yang terletak di bawah kandung kemih dan berfungsi menghasilkan sebagian cairan semen.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker prostat termasuk salah satu kanker yang paling umum ditemukan pada pria. Pada 2022, tercatat sekitar 1,5 juta kasus baru kanker prostat di seluruh dunia, menjadikannya salah satu kanker dengan jumlah kasus tertinggi pada laki-laki.

Prostat adalah bagian dari sistem reproduksi pria yang berukuran kurang lebih sebesar buah kenari. Organ ini mengelilingi saluran uretra, yaitu saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh.

Fungsi utama prostat adalah menghasilkan cairan yang menjadi bagian dari air mani dan membantu melindungi serta menutrisi sperma. Ketika sel-sel di dalam kelenjar ini mengalami perubahan atau mutasi genetik, pertumbuhannya bisa menjadi tidak terkendali dan membentuk kanker.

Hingga kini, penyebab pasti kanker prostat belum diketahui secara jelas. Namun, para ahli meyakini bahwa penyakit ini berawal dari perubahan genetik pada sel prostat yang membuat sel abnormal terus berkembang dan tidak mati sebagaimana mestinya.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker prostat antara lain:

1. Usia di atas 50 tahun.

2. Riwayat keluarga yang pernah mengalami kanker prostat.

3. Obesitas atau kelebihan berat badan.

4. Pola makan tinggi lemak dan rendah serat.

5. Kurangnya aktivitas fisik.

6. Faktor genetik tertentu.

7. Gejala yang Perlu Diwaspadai

Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan kanker prostat adalah gejalanya sering tidak muncul pada tahap awal. Banyak penderita baru mengetahui penyakitnya setelah menjalani pemeriksaan kesehatan rutin.

Kabar baiknya, kanker prostat memiliki peluang pengobatan yang cukup tinggi apabila ditemukan pada stadium awal. WHO menegaskan bahwa banyak jenis kanker, termasuk kanker prostat, dapat ditangani secara efektif melalui deteksi dini dan terapi yang tepat.

Metode pengobatan yang umum dilakukan meliputi operasi, radioterapi, terapi hormon, hingga kemoterapi, tergantung pada stadium dan kondisi pasien.

Para ahli kesehatan menganjurkan pria, khususnya yang berusia di atas 50 tahun atau memiliki riwayat keluarga kanker prostat, untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Deteksi dini dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan mencegah penyebaran kanker ke organ lain. Oleh karena itu, memahami gejala, faktor risiko, dan pentingnya pemeriksaan rutin menjadi langkah awal yang penting dalam melindungi kesehatan pria.

KEYWORD :

Hari Kanker Prostat Sedunia 11 Juni Peringatan Dunia Penyakit Pria Kanker Prostat




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :