Senin, 12/10/2026 21:13 WIB

Serangan Udara di Perbatasan Sudan-Mesir Tewaskan 72 Orang





Al-Burhan membentuk tim pencari fakta khusus yang melibatkan lintas otoritas penegak hukum dan keamanan.

Pemimpin militer sekaligus Panglima Angkatan Bersenjata Sudan, Jenderal Abdel Fattah Al-Burhan (Foto: AFP)

Jakarta, Jurnas.com - Pemimpin militer sekaligus Panglima Angkatan Bersenjata Sudan, Jenderal Abdel Fattah Al-Burhan, memerintahkan penyelidikan resmi terkait serangan udara mematikan di wilayah perbatasan Sudan dengan Mesir yang menewaskan 72 penambang.

Instruksi pembentukan tim pencari fakta tersebut disampaikan Al-Burhan pada Senin (12/10/2026) menyusul laporan kelompok hak asasi manusia mengenai insiden berdarah di kawasan perbatasan tersebut.

Pernyataan resmi dari Dewan Kedaulatan Transisi yang dipimpin Al-Burhan mengonfirmasi bahwa pimpinan militer tersebut menggambarkan peristiwa tragis yang menimpa para penambang Sudan sebagai sebuah "insiden yang menyakitkan."

Guna mengusut tuntas peristiwa tersebut, Al-Burhan membentuk tim pencari fakta khusus yang melibatkan lintas otoritas penegak hukum dan keamanan. Dewan Kedaulatan Transisi menyatakan komite tersebut terdiri dari unsur jaksa penuntut umum, pejabat peradilan, serta perwakilan aparat keamanan.

Dalam mandat resminya, komite investigasi tersebut ditugaskan untuk menyelidiki keadaan dan latar belakang dari insiden tersebut serta melaporkan seluruh hasil temuannya secara menyeluruh kepada pimpinan dewan.

Pengumuman pembentukan tim investigasi oleh militer Sudan ini keluar sehari setelah sebuah kelompok hak asasi manusia melaporkan adanya serangan udara yang dilancarkan militer Mesir di area perbatasan Sudan dengan Mesir.

Serangan udara di wilayah perbatasan tersebut dilaporkan menyasar area yang dihuni para pekerja dan merenggut nyawa sedikitnya 72 orang penambang asal Sudan.

Langkah investigasi ini diambil di tengah situasi keamanan regional yang sensitif di sepanjang koridor perbatasan utara Sudan, tempat aktivitas penambangan marak berlangsung.

Pemerintah Sudan menegaskan akan terus memantau perkembangan kerja tim pencari fakta untuk memastikan transparansi dan kejelasan hukum atas jatuhnya puluhan korban jiwa warga sipil dalam insiden tersebut.

KEYWORD :

Serangan Sudan Abdel Fattah Al Burhan Angkatan Bersenjata Sudan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :