Jum'at, 09/10/2026 11:32 WIB

Pezeshkian Lapor ke Putin, Iran dan AS Saling Ajukan Proposal Akhiri Perang





residen Iran Masoud Pezeshkian mengungkapkan bahwa Teheran dan Washington telah saling bertukar proposal baru untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Hormuz

Presiden Iran Masoud Pezeshkian bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Turkmenistan (Foto: Anadolu)

Jakarta, Jurnas.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengungkapkan bahwa Teheran dan Washington telah saling bertukar proposal baru untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

Perkembangan negosiasi tersebut disampaikan Pezeshkian saat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Turkmenistan, Kamis (8/10).

Pertemuan kedua pemimpin berlangsung di sela-sela KTT para pemimpin Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) dan konferensi tingkat tinggi lingkungan Laut Kaspia. Selain membahas konflik Iran dan Amerika Serikat (AS), keduanya menyoroti upaya memperkuat kerja sama ekonomi dan strategis antara Teheran dan Moskow.

Menurut kantor berita negara Iran, IRNA, pembahasan mencakup sejumlah sektor utama, mulai dari energi, pertanian, transportasi hingga perdagangan. Kedua pemimpin juga menekankan pentingnya mempercepat penyelesaian proyek-proyek bersama serta memperluas kerja sama demi kepentingan nasional masing-masing dan stabilitas kawasan.

Di tengah perang yang masih berlangsung, Pezeshkian menegaskan Iran tetap membuka jalur diplomasi dengan AS. Namun, ia menyoroti serangan yang kembali terjadi setiap kali kedua negara terlibat dalam pembicaraan.

“Kami sedang berunding, tetapi setiap kali kami berbicara dengan AS, mereka kembali menyerang. Meski demikian, kami tidak akan meninggalkan meja perundingan dan dialog,” kata Pezeshkian, seperti dikutip kantor berita Iranian Students’ News Agency (ISNA).

Pezeshkian menjelaskan bahwa Teheran telah mengajukan proposal dan Washington juga menyampaikan sejumlah usulan baru. Iran kemudian melakukan revisi terhadap proposal-proposal tersebut sebagai bagian dari proses negosiasi.

“Kami telah melakukan revisi terhadap proposal-proposal ini. Setelah semuanya difinalisasi, kami seharusnya duduk bersama melalui para perantara yang ada untuk menyatukan proposal tersebut,” ujarnya.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa jalur diplomatik antara Iran dan AS masih berjalan, meskipun belum ada kepastian mengenai tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang maupun membuka kembali Selat Hormuz.

Teheran, menurut Pezeshkian, menginginkan perang berakhir dengan tetap memastikan hak-hak rakyat Iran dihormati sesuai hukum internasional.

Dalam pertemuan tersebut, Pezeshkian menyampaikan apresiasi kepada Rusia atas sikap Moskow dalam berbagai persoalan regional dan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menilai dukungan Rusia turut membantu menghadapi tindakan sepihak dalam hubungan internasional.

Pezeshkian juga berharap koordinasi antara Teheran dan Moskow dapat berkembang lebih cepat dan kuat. Menurutnya, situasi saat ini membuka peluang bagi kedua negara untuk memperdalam hubungan strategis.

Dukungan Rusia terhadap upaya diplomasi Iran-AS sebelumnya juga disampaikan Putin dalam percakapan telepon dengan Pezeshkian pada Rabu. Dalam pembicaraan tersebut, Putin menyatakan kesiapan Moskow untuk mendukung upaya diplomatik guna menyelesaikan konflik.

Kedua pemimpin terakhir kali bertemu secara langsung pada 1 September di sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Bishkek, Kirgizstan. Saat itu, mereka membahas hubungan bilateral dan konflik Iran-AS.

Putin ketika itu menggambarkan gencatan senjata antara AS dan Iran sebagai kondisi yang tidak stabil dan sangat rapuh, sekaligus menegaskan dukungan Rusia kepada Teheran.

Upaya mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz menjadi bagian penting dari proposal yang dibahas Iran dan AS. Perkembangan negosiasi tersebut juga menjadi salah satu isu yang disampaikan Pezeshkian kepada Putin di tengah upaya kedua negara mempertahankan komunikasi diplomatik.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Jalur ini memiliki peran penting bagi perdagangan energi dunia sehingga gangguan terhadap pelayaran di kawasan tersebut dapat berdampak luas terhadap pasokan dan distribusi energi internasional.

Meski kedua pihak telah bertukar proposal, belum ada kepastian bahwa proses tersebut akan segera menghasilkan kesepakatan. Pernyataan Pezeshkian baru menunjukkan adanya perkembangan dalam pembahasan melalui jalur diplomasi, bukan konfirmasi bahwa perang akan segera berakhir.

Sementara itu, Putin tiba di Turkmenistan pada Kamis untuk kunjungan selama dua hari. Selain menghadiri KTT CIS, ia dijadwalkan mengikuti pertemuan para pemimpin negara-negara pesisir Laut Kaspia di Zona Wisata Nasional Avaza.

Pertemuan tersebut melibatkan lima negara pesisir Laut Kaspia, yakni Azerbaijan, Iran, Kazakhstan, Rusia, dan Turkmenistan. Kerja sama lingkungan di kawasan Laut Kaspia menjadi salah satu agenda utama. (*)

Sumber: Anadolu

KEYWORD :

Presiden Iran Masoud Pezeshkian Iran-AS Amerika Serikat Proposal Damai Selat Hormuz




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :