Jupiter menghilang di balik Bulan sabit dalam peristiwa yang dikenal sebagai okultasi Bulan, sebelum kembali terlihat sekitar satu jam kemudian (Foto: Live Science)
Jakarta, Jurnas.com - Pengamat langit di Amerika Utara mendapat kesempatan menyaksikan fenomena astronomi langka pada Selasa, 6 Oktober 2026. Jupiter menghilang di balik Bulan sabit dalam peristiwa yang dikenal sebagai okultasi Bulan, sebelum kembali terlihat sekitar satu jam kemudian.
Fenomena ini terjadi ketika Bulan melintas tepat di depan sebuah objek langit sehingga objek tersebut untuk sementara tertutup dari pandangan. Kali ini, objek yang berada di balik Bulan adalah Jupiter, planet terbesar di Tata Surya yang biasanya tampak sebagai salah satu titik paling terang di langit malam.
Okultasi Jupiter tersebut dapat diamati sebelum Matahari terbit dari sebagian wilayah Amerika Serikat bagian timur dan tengah, Kanada, serta Karibia. Sebagian wilayah Afrika juga mengalami fenomena serupa, tetapi berlangsung pada siang hari.
Fenomena ini menjadi semakin menarik karena Bulan yang melintas di depan Jupiter akan berbentuk sabit tua dengan iluminasi sekitar 20 persen. Bulan dan Jupiter akan tampak terbit berdekatan di arah timur pada dini hari, kemudian terlihat semakin mendekat seiring Bulan bergerak ke arah timur di antara latar belakang bintang.
Saat okultasi dimulai, Jupiter akan berada di balik piringan Bulan selama kurang lebih satu jam. Setelah itu, planet tersebut akan muncul kembali secara tiba-tiba dari balik Bulan.
Menariknya, teleskop bukan syarat untuk menyaksikan Jupiter menghilang. Dengan mata telanjang, pengamat di wilayah yang berada dalam jalur okultasi dapat melihat perubahan tersebut, meski teropong atau teleskop kecil akan membuat prosesnya jauh lebih dramatis.
Melalui teleskop, Jupiter akan terlihat sebagai cakram kecil, bukan sekadar titik cahaya. Ketika mulai tertutup Bulan, Jupiter membutuhkan waktu sekitar satu menit untuk menghilang sepenuhnya di balik tepian Bulan.
Waktu terjadinya fenomena berbeda-beda di setiap lokasi. Berdasarkan data International Occultation Timing Association, di Chicago Jupiter diperkirakan menghilang pada pukul 03.22 dan muncul kembali pukul 04.17 CDT.
Di Atlanta, fenomena berlangsung sekitar pukul 04.15–05.17 EDT. Detroit sekitar 04.16–05.20 EDT, Miami 04.20–05.09 EDT, Washington DC 04.20–05.24 EDT, Philadelphia 04.22–05.26 EDT, dan New York 04.23–05.27 EDT.
Sementara itu, pengamat di Toronto dapat menyaksikan Jupiter tertutup sekitar pukul 04.25–05.22 EDT. Di Boston, waktunya sekitar 04.26–05.30 EDT, sedangkan Montreal sekitar 04.30–05.26 EDT.
Bagi wilayah yang berada di luar jalur okultasi, Jupiter tidak akan benar-benar menghilang. Bulan sabit hanya akan tampak melintas sangat dekat dengan Jupiter sehingga tetap menghasilkan pemandangan langit yang menarik dan berpotensi menghasilkan foto astronomi yang spektakuler.
Kedekatan visual Bulan dan Jupiter juga dapat diamati dari berbagai wilayah lain di dunia, meski tidak semuanya berada dalam jalur yang memungkinkan Jupiter tertutup sepenuhnya oleh Bulan.
Fenomena seperti ini tidak sering terjadi di lokasi yang sama. Okultasi Jupiter berikutnya yang dapat disaksikan dari Amerika Utara diperkirakan baru terjadi pada 27 November 2037. (*)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Jupiter Menghilang Okulasi Jupiter Fenomena Astronomi

























