Foto: Acara Indeks Integritas Pendidikan Tahun 2026 di Jakarta pada Selasa, (6/10).
Jakarta, Jurnas.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat skor Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan 2026 mencapai 73,30. Nilai tersebut menempatkan integritas sektor pendidikan Indonesia dalam kategori adaptif.
Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan hasil SPI Pendidikan dua tahun sebelumnya yang berada di angka 69,5.
"Kita berikan applause dulu untuk skor daripada SPI, luar biasa ya. Kita bersyukur ya skornya sudah cukup tinggi, posisinya adalah adaptif 73 poin sekian dibandingkan dua tahun sebelumnya 69,5 ya," kata Setyo dalam agenda Indeks Integritas Pendidikan Tahun 2026 di Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.
Meski mengalami peningkatan, Setyo mengingatkan masih terdapat sejumlah daerah yang memperoleh nilai SPI dalam kategori korektif. Menurut dia, kondisi tersebut harus dipandang sebagai bahan evaluasi untuk melakukan pembenahan
"Saya berharap semua pihak tidak alergi manakala kemudian ada daerah tertentu yang kemudian dianggap masih kurang. Kesempatan untuk kita perbaiki," katanya.
Setyo menekankan upaya membangun budaya antikorupsi perlu dilakukan sejak lingkungan pendidikan, termasuk dari ruang kelas. Menurutnya, pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam mencegah lahirnya perilaku koruptif di masa mendatang.
Dia mengakui pemerintah terus mendorong pembangunan berbagai infrastruktur. Namun, pembangunan sumber daya manusia dan karakter generasi muda juga harus mendapat perhatian yang sama.
"Kalau ini sudah kita lakukan, mudah-mudahan ini bisa memperkuat budaya dan menjaga serta mewariskan kepada generasi-generasi berikutnya," ucap Setyo.
Dia meyakini sekolah dan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan Indonesia. Karena itu, nilai-nilai integritas perlu ditanamkan secara konsisten sejak peserta didik berada di bangku pendidikan.
"Kita berada di sini, saya yakin semuanya memiliki satu keyakinan yang sama, punya kepercayaan yang sama, bahwa masa depan Indonesia ini dibangun dari ruang kelas ya, saya yakin semuanya sepakat," lanjutnya.
SPI Pendidikan 2026 disusun berdasarkan survei yang melibatkan 42.810 responden dari berbagai unsur di lingkungan pendidikan. Responden tersebut mencakup peserta didik, mahasiswa, orang tua, tenaga pendidik, kepala sekolah, hingga pimpinan perguruan tinggi.
Untuk jenjang sekolah dasar, survei melibatkan siswa kelas 4 dan 5 yang dinilai telah mampu membaca dan memahami pertanyaan. Sementara pada jenjang SMP dan sederajat, responden berasal dari kelas 7 dan 8.
Sementara untuk jenjang SMA dan sederajat, survei melibatkan siswa kelas 10 dan 11. Sedangkan pada perguruan tinggi, responden berasal dari mahasiswa semester 3 hingga semester 8.
Khusus jenjang pendidikan dasar dan menengah, orang tua juga dilibatkan sebagai responden. Sementara tenaga pendidik berasal dari satuan pendidikan yang terpilih dalam survei.
Dari total responden tersebut, sebanyak 41.720 berasal dari satuan pendidikan dasar dan menengah, sedangkan 1.090 lainnya berasal dari perguruan tinggi.
Pengumpulan data dilakukan melalui tiga metode. Pertama, pengisian kuesioner secara daring melalui tautan yang disebarkan menggunakan WhatsApp blast dan email blast.
Kedua, Computer Assisted Web Interviewing (CAWI), yaitu pengisian kuesioner berbasis situs web yang digunakan bagi satuan pendidikan dengan keterbatasan tertentu, seperti tidak tersedianya telepon seluler, persoalan privasi data, maupun kondisi sekolah berasrama.
Ketiga, Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI). Metode ini dilakukan melalui aplikasi secara mandiri dengan pendampingan tim survei di lapangan, khususnya bagi satuan pendidikan yang memiliki keterbatasan akses internal.
Setyo berharap capaian SPI Pendidikan 2026 yang sudah masuk kategori adaptif dapat terus ditingkatkan. Daerah atau satuan pendidikan yang masih memiliki nilai rendah, kata dia, perlu menjadikannya sebagai momentum untuk melakukan perbaikan.
“Kita bersyukur skor daripada indeksnya sudah bagus, tinggal bagaimana memperbaiki yang lain,” pungkasnya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Survei Penilaian Integritas SPI Pendidikan Indonesia Komisi Pemberantasan Korupsi


























