Senin, 05/10/2026 19:10 WIB

Danantara Pangkas BUMN, Buka Ruang untuk Swasta





Danantara Pangkas BUMN, Buka Ruang untuk Swasta

CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani. (Foto: Dok. Detik.com)

Jakarta, Jurnas.com - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara terus mematangkan langkah perampingan (streamlining) Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal tersebut disampaikan oleh Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara, Rosan Roeslani, usai bertemu dengan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Istana Presiden, Senin (5/10/2026).

Rosan menjelaskan bahwa pertemuan tersebut fokus membahas langkah strategis selanjutnya yang ditargetkan mulai berjalan pada awal 2027. Agenda utama mencakup optimalisasi aset BUMN, peningkatan produktivitas, serta efisiensi bisnis secara menyeluruh.

"Tadi dibicarakan bagaimana kita sekarang next step-nya itu di 2027 awal, yaitu meningkatkan produktivitas, meningkatkan efisiensi, termasuk juga kita membuka kerja sama yang lebih luas kepada private sector (sektor swasta) dan dunia usaha," ujar Rosan.

Ia menegaskan, jika suatu bidang usaha dapat dijalankan lebih baik oleh sektor swasta dan tidak bersifat strategis, pemerintah tidak ragu memberikan ruang yang lebih luas bagi swasta untuk menggarapnya.

Ribuan BUMN Hanya Disokong 15 Perusahaan

Langkah streamlining ini diambil bukan tanpa alasan. Rosan membeberkan kondisi empiris BUMN yang dinilai belum efisien. Dari total 1.074 perusahaan BUMN yang ada sebelumnya, sebanyak 97 persen dividen rupanya hanya disumbangkan oleh 15 perusahaan saja. Lebih memprihatinkan lagi, sekitar 52 persen di antaranya justru mencatatkan kerugian.

Merespons kondisi tersebut, Presiden Prabowo memberikan arahan agar sektor swasta diberi kesempatan lebih besar dalam mengelola bidang-bidang non-strategis yang dapat dioperasikan secara lebih efisien.

354 Perusahaan Dipangkas, Hotel hingga Rumah Sakit Dikosolidasikan

Hingga saat ini, BPI Danantara telah memangkas sebanyak 354 perusahaan BUMN. Pemangkasan tersebut dilakukan baik melalui penutupan entitas yang sudah tidak aktif (dormant) maupun lewat skema penggabungan (merger).

Beberapa langkah konsolidasi yang telah dan sedang dijalankan antara lain:

  • Manajemen Aset: Enam asset management milik perbankan BUMN digabungkan menjadi satu entitas.
  • Perhotelan: Sebanyak 137 hotel yang sebelumnya tersebar di berbagai BUMN kini disatukan ke dalam satu holding perhotelan agar lebih efisien.
  • Kesehatan: Sebanyak 75 rumah sakit milik BUMN juga disatukan dalam satu pengelolaan terpadu.

Rosan menekankan bahwa Danantara berkomitmen mengoptimalkan seluruh aset BUMN melalui perencanaan yang matang, terukur, terstruktur, serta mampu memberikan imbal hasil yang menguntungkan bagi negara.

"Program-program itu nanti kita susun. Konsolidasi kan sudah berjalan, next step-nya adalah bagaimana kita mengoptimalisasi aset-aset ini," pungkas Rosan.

KEYWORD :

Danantara Indonesia Rosan Roeslani Badan Usaha Milik Negara




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :