Senin, 05/10/2026 18:14 WIB

Iran Ancam Sasar Pangkalan dan Kapal Perang AS Jika Terjadi Invasi Darat





Ancaman tersebut disampaikan ketika aktivitas militer AS di Timur Tengah meningkat dan ketegangan antara Washington dan Teheran terus memanas

Misil Iran dalam pertempuran melawan Amerika Serikat (Foto: AP)

Jakarta, Jurnas.com - Iran memperingatkan Amerika Serikat bahwa seluruh pangkalan militer dan kapal yang terkait dengan Washington di kawasan akan menjadi sasaran jika AS melancarkan invasi darat ke Iran.

Ancaman tersebut disampaikan ketika aktivitas militer AS di Timur Tengah meningkat dan ketegangan antara Washington dan Teheran terus memanas.

Peringatan itu disampaikan Ali Fadavi, kepala kelompok penasihat komandan tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dalam sebuah program televisi pemerintah Iran pada Minggu malam.

Fadavi mengatakan Iran akan merespons serangan darat AS dengan menargetkan seluruh lokasi yang berkaitan dengan militer Amerika.

"Jika Amerika melancarkan serangan darat, maka kami akan menargetkan setiap lokasi yang terkait dengan Amerika, pangkalan-pangkalan Amerika, dan setiap kapal yang terkait dengan Amerika," kata Fadavi.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu peringatan terbaru Iran di tengah meningkatnya pengerahan aset militer AS ke kawasan Timur Tengah.

Fadavi mengatakan Amerika Serikat memahami konsekuensi penggunaan kekuatan militer, terutama ketika berhadapan dengan kemampuan rudal Iran.

Menurut dia, Amerika memahami serangan terhadap kapal perang maupun pangkalan militernya. Ia juga memperingatkan bahwa pengerahan kapal-kapal AS ke kawasan tersebut dapat membuat aset militer Washington berada dalam jangkauan serangan Iran.

Fadavi bahkan mengklaim kemampuan produksi peralatan militer Iran saat ini lebih besar dibandingkan tingkat penggunaannya.

Ia mengatakan kemampuan militer Iran telah meningkat secara signifikan dibandingkan dua perang sebelumnya. Namun, pernyataan tersebut merupakan klaim pejabat Iran dan tidak disertai rincian independen mengenai kapasitas militer yang dimaksud.

Dalam pernyataannya, Fadavi juga menyinggung Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu titik penting dalam ketegangan Iran dan Amerika Serikat.

Ia mengatakan Iran dan Oman seharusnya menyusun serta menerapkan aturan yang mengatur jalur pelayaran strategis tersebut. Menurut Fadavi, aturan tersebut telah disiapkan dan mulai diterapkan.

Ia juga memperingatkan bahwa kapal-kapal Amerika akan rentan terhadap serangan Iran jika Washington mengerahkan lebih banyak kapal ke kawasan.

"Amerika hanya dapat menciptakan ketegangan melalui udara, dan tentu saja peningkatan ketegangan akan merugikan Amerika," ujarnya.

Selat Hormuz menjadi bagian penting dalam setiap eskalasi antara Iran dan AS karena kawasan tersebut merupakan jalur strategis bagi lalu lintas energi dan pelayaran internasional.

Fadavi juga berusaha menegaskan posisi Iran terkait operasi militernya di kawasan.

Ia mengatakan Iran "sama sekali tidak menyerang negara Muslim". Menurutnya, sasaran Iran adalah pangkalan militer Amerika yang berada di negara-negara tersebut, bukan negara tempat pangkalan itu berada.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai potensi meluasnya konflik apabila konfrontasi langsung antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat.

Peringatan Fadavi disampaikan ketika Amerika Serikat meningkatkan aktivitas militernya di Timur Tengah.

Washington disebut telah mengerahkan tambahan aset angkatan laut dan militer ke kawasan, termasuk kekuatan kapal induk dan kapal amfibi. Amerika Serikat juga memperkuat sistem pertahanan udara dan pertahanan rudal di sejumlah pangkalan serta fasilitas militernya di kawasan.

Pengerahan tersebut berlangsung ketika konfrontasi militer antara Washington dan Teheran masih berlanjut. Iran berulang kali memperingatkan bahwa pangkalan militer dan aset angkatan laut Amerika di kawasan dapat menjadi sasaran jika Iran diserang. (*)

Sumber: Anadolu

KEYWORD :

Perang Iran Amerika Serika AS-Iran Kapal Perang AS Invasi Darat




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :