Ilustrasi nyamuk menggigit kulit manusia (Foto: Polres Jogja)
Jakarta, Jurnas.com - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kuba melonjak tajam sepanjang 2026. Data Global Dengue Observatory menunjukkan negara kepulauan di Karibia tersebut mencatat 11.235 kasus, atau sekitar 9,2 kali lipat dari rata-rata yang diperkirakan berdasarkan data lima tahun sebelumnya.
Laporan media pada Kamis (8/100 menyebutkan, peningkatan kasus terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Pada September, jumlah kasus diperkirakan mencapai 4.102, naik dari 3.214 kasus pada Agustus.
Angka untuk Juli, Agustus, dan September masih berupa estimasi karena otoritas Kuba belum menerbitkan data resmi terbaru mengenai perkembangan penyakit tersebut secara nasional.
Global Dengue Observatory menyatakan penularan dengue di Kuba saat ini berada pada puncaknya. Oktober secara historis juga menjadi periode dengan insiden penyakit yang paling tinggi di negara tersebut.
Lonjakan kasus dengue terjadi ketika Kuba menghadapi krisis energi dan bahan bakar yang semakin memburuk. Kondisi ini turut menghambat upaya pengendalian nyamuk pembawa virus dengue.
Pemadaman listrik berkepanjangan membuat sejumlah keluarga terpaksa membiarkan pintu dan jendela terbuka saat malam yang panas. Situasi tersebut berpotensi meningkatkan paparan terhadap nyamuk yang dapat menularkan penyakit.
Keterbatasan bahan bakar juga memengaruhi pelaksanaan pengasapan atau fogging untuk menekan populasi nyamuk. Jika kegiatan pengendalian vektor terhambat, upaya membatasi penyebaran dengue menjadi semakin sulit.
China Janji Dukung Kuba Hadapi Penindasan AS
Selain persoalan energi, Kuba juga menghadapi kekurangan obat-obatan dan perlengkapan laboratorium. Persediaan obat untuk mengendalikan demam dan nyeri serta reagen yang diperlukan untuk pemeriksaan darah dilaporkan ikut terdampak.
Kombinasi berbagai kendala tersebut menambah tantangan dalam menangani peningkatan kasus dengue, terutama ketika penularan diperkirakan sedang mencapai tingkat tertinggi.
Kementerian Kesehatan Kuba pada September mengakui adanya peningkatan dengue dan penyakit lain yang ditularkan nyamuk. Namun, kementerian tersebut tidak memberikan angka terbaru untuk keseluruhan kasus di tingkat nasional.
Data sebelumnya dari Global Dengue Observatory menunjukkan Kuba telah mencatat 7.133 kasus hingga pertengahan September. Jumlah itu setara dengan 7,4 kali lipat dari rata-rata yang diperkirakan untuk periode tersebut.
Angka terbaru sebesar 11.235 kasus menunjukkan besarnya beban penyakit yang tercatat sepanjang 2026. Meski demikian, data perlu dibaca dengan memperhatikan keterbatasan informasi resmi, terutama karena sebagian angka bulanan masih berupa estimasi.
Dengue merupakan penyakit akibat virus yang terutama ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi. Nyamuk ini dapat menyebarkan virus ketika menggigit manusia.
Sebagian besar penderita dengue dapat pulih tanpa komplikasi serius. Namun, penyakit ini juga dapat berkembang menjadi dengue berat yang menyebabkan perdarahan, syok, hingga kerusakan organ dan memerlukan perawatan di rumah sakit.
Karena itu, peningkatan penularan perlu diwaspadai, terutama ketika pengendalian nyamuk dan layanan kesehatan menghadapi keterbatasan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengidentifikasi dengue sebagai salah satu penyakit virus yang ditularkan nyamuk dengan pertumbuhan tercepat secara global. Jumlah kasusnya meningkat secara substansial dalam beberapa dekade terakhir. (*)
Sumber: Anadolu
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kasus DBD Demam Berdarah Dengue Krisis Energi Pengendalian Nyamuk






















