Ilustrasi - Hari Telur Sedunia setiap 9 Oktober, ini sejarah dan maknanya (Foto: Getty Images/iStockphoto/fcafotodigital)
Jakarta, Jurnas.com - Hari Telur Sedunia atau World Egg Day diperingati setiap Jumat kedua pada Oktober.
Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia mengenai nilai gizi telur sekaligus perannya dalam kehidupan dan ketahanan pangan.
Pada 2026, Hari Telur Sedunia jatuh pada Jumat, 9 Oktober 2026. Tahun ini menjadi peringatan ke-30 sejak Hari Telur Sedunia pertama kali digelar pada 1996.
Hari Telur Sedunia pertama kali ditetapkan di Wina, Austria, pada 1996. Penetapan tersebut dilakukan dalam sebuah konferensi International Egg Commission (IEC).
Dalam pertemuan itu, diputuskan bahwa Hari Telur Sedunia akan diperingati setiap Jumat kedua pada Oktober. Sejak saat itu, peringatan tersebut berkembang menjadi agenda global yang dirayakan di berbagai negara.
International Egg Commission yang kemudian berkembang menjadi bagian dari World Egg Organisation (WEO) mencatat, peringatan Hari Telur Sedunia terus berkembang dari tahun ke tahun.
Berbagai negara menggelar kegiatan untuk memperkenalkan manfaat telur serta meningkatkan kesadaran mengenai kontribusinya terhadap pemenuhan kebutuhan gizi.
Tahun 2026 memiliki arti khusus karena menjadi 30 tahun Hari Telur Sedunia. World Egg Organisation menyebut peringatan tahun ini sebagai momentum tiga dekade untuk mengangkat nilai gizi dan fleksibilitas telur sebagai bahan pangan.
Telur dikenal sebagai salah satu sumber protein berkualitas tinggi. Selain protein, telur juga mengandung berbagai vitamin, mineral, asam amino esensial dan zat gizi lainnya.
Karena itu, Hari Telur Sedunia tidak hanya berkaitan dengan industri telur, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membicarakan pentingnya pangan bergizi yang dapat dijangkau masyarakat.
Hari Telur Sedunia di Indonesia
Di Indonesia, peringatan Hari Telur Sedunia juga kerap diisi dengan kampanye konsumsi telur sebagai bagian dari upaya meningkatkan asupan protein hewani.
Pada 2025, misalnya, Pemerintah Kabupaten Ponorogo menggelar aksi makan telur bersama ribuan siswa dan guru TK-SD. Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo dan menjadi bagian dari kampanye konsumsi protein hewani.
Kegiatan serupa pernah dilakukan Bapanas di Blitar pada 2022. Saat itu, pemerintah mengampanyekan konsumsi telur ayam setidaknya satu butir sehari sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan gizi anak dan mencegah stunting.
Peringatan tersebut juga menunjukkan keterkaitan antara konsumsi telur dan sektor peternakan. Kampanye konsumsi telur tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai gizi, tetapi juga dapat membantu menyerap produksi telur dari peternak lokal.
Hari Telur Sedunia kini dirayakan di berbagai belahan dunia. Kegiatan yang dilakukan cukup beragam, mulai dari kampanye mengenai gizi, kegiatan edukasi, sarapan bersama, hingga berbagai kegiatan masyarakat.
World Egg Organisation menyebut lebih dari 100 negara ikut merayakan Hari Telur Sedunia dalam beberapa tahun terakhir. Bentuk perayaannya disesuaikan dengan kondisi dan budaya masing-masing negara.
Dengan sejarah yang telah berlangsung selama tiga dekade, Hari Telur Sedunia setiap Jumat kedua Oktober menjadi momentum untuk kembali melihat pentingnya telur sebagai bagian dari sumber pangan bergizi.
Pada 2026, peringatan tersebut sekaligus menandai 30 tahun Hari Telur Sedunia sejak pertama kali ditetapkan di Wina pada 1996.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Hari Telur Sedunia 9 Oktober Peringatan Dunia Bulan Oktober
























