Selasa, 06/10/2026 20:58 WIB

Danantara Suntik US$ 250 Juta ke Perusahaan Migas AS HighPeak Energy





Kerja sama ini menyasar alih teknologi pengeboran horizontal dan hydraulic fracturing (fracking).

Ilustrasi kantor Danantara Indonesia. (Foto: Net)

Jakarta, Jurnas.com - PT Danantara Investment Management (DIM), holding investasi di bawah Danantara Indonesia, resmi mengumumkan investasi strategis senilai US$ 250 juta di perusahaan minyak dan gas bumi asal Texas, Amerika Serikat, HighPeak Energy, Inc. (NASDAQ: HPK). Kesepakatan ini dilakukan melalui skema penerbitan saham preferen konvertibel (Convertible Preferred Stocks) yang bakal direalisasikan secara bertahap.

Langkah ini memperluas portofolio energi skala global milik Indonesia, khususnya di Permian Basin—wilayah penghasil minyak terbesar di AS yang menyumbang 48% total produksi minyak mentah negeri Paman Sam tersebut pada 2025. Bagi HighPeak, dana segar ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan serta fleksibilitas keuangan guna mendukung ekspansi aset berkelanjutan.

Dorong Alih Teknologi dan Ketahanan Energi Domestik

Selain imbal hasil finansial, kerja sama ini menyasar alih teknologi pengeboran horizontal dan hydraulic fracturing (fracking). Teknik canggih yang terbukti memicu lonjakan produksi di Permian Basin sejak 2007 ini dinilai relevan untuk diterapkan pada lapangan-lapangan migas tua (mature onshore fields) di Indonesia demi meningkatkan produksi nasional.

Sebagai bagian dari kesepakatan, HighPeak akan membuka program pelatihan dan penugasan kerja (secondment) bagi tenaga kerja asal Indonesia guna mendorong pertukaran keahlian teknis hulu migas.

Struktur Investasi dan Hak Manajerial

Melalui transaksi ini, DIM mendapatkan sejumlah hak strategis:

  • Perlindungan Investasi: Perlindungan terhadap potensi penurunan nilai investasi dengan opsi konversi ke saham biasa untuk meraih nilai tambah ekuitas.
  • Hak Partisipasi: Opsi untuk berpartisipasi dalam penawaran saham HighPeak berikutnya melalui mekanisme penempatan terbatas (private placement).
  • Perwakilan Direksi: Hak menempatkan satu wakilnya di jajaran direksi HighPeak.

CEO Danantara Investment Management, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa langkah ini berorientasi pada imbal hasil jangka panjang sekaligus mendukung kepentingan nasional. "Posisi strategis HighPeak di salah satu pasar hulu migas paling maju menjadikannya peluang investasi potensial untuk platform global kami. Kami berharap kerja sama ini memfasilitasi pertukaran keterampilan yang mendukung sektor energi Indonesia serta memperkuat hubungan ekonomi Indonesia–AS," ujar Pandu.

Sementara itu, Presiden dan CEO HighPeak, Michael Hollis, menyambut baik kemitraan jangka panjang ini. Menurutnya, masuknya modal dari DIM akan mengakselerasi pengembangan portofolio aset perusahaan di Permian Basin, termasuk perluasan program pengeboran.

Penyelesaian transaksi bisnis ini kini tinggal menunggu pemenuhan persyaratan administratif serta regulasi yang berlaku.

KEYWORD :

Danantara Indonesia Pandu Sjahrir Minyak Mentah




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :