Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani.
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menargetkan peletakan batu pertama (groundbreaking) fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di 12 kota dapat terlaksana sebelum akhir 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong investasi berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja berkualitas di Indonesia.
Fasilitas PSEL tersebut dikembangkan mengacu pada standar emisi Eropa guna memastikan penerapan prinsip ramah lingkungan. Proyek ini melanjutkan fasilitas PSEL yang telah berjalan di Bali, Bekasi, dan Bogor.
Pengembangan PSEL dilaksanakan secara bertahap melalui Danantara Indonesia. Tiga fasilitas gelombang pertama, yaitu Denpasar Raya, Kota Bekasi, dan Bogor Raya, telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Sebagai contoh, PSEL Bogor Raya 1 yang mulai dibangun pada 17 September 2026 memiliki kapasitas pengolahan 1.500 ton sampah per hari dengan nilai investasi Rp2,8 triliun dan diperkirakan menyerap hingga 1.200 tenaga kerja.
Sementara untuk tahap kedua, Danantara Investment Management telah menyerahkan Conditional Letter of Award kepada mitra terpilih di 8 lokasi yang mencakup 20 kabupaten/kota. Studi kelayakan ditargetkan rampung pada pertengahan November 2026 sebelum memasuki tahap konstruksi.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Danantara Indonesia Fasilitas PSEL Rosan Roeslani
























