Kamis, 08/10/2026 17:57 WIB

Danantara Pangkas 1.074 BUMN Jadi 200 Perusahaan





Danantara mencatat ada 1.074 perusahaan di bawah naungan BUMN yang menghadapi masalah serius, seperti tumpang tindih unit usaha, kerugian operasional

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. (Foto: Antara)

Jakarta, Jurnas.com - Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria mengungkapkan langkah transformasi fundamental dalam pengelolaan BUMN. Pemetaan komprehensif Danantara mencatat ada 1.074 perusahaan di bawah naungan BUMN yang menghadapi masalah serius, seperti tumpang tindih unit usaha, kerugian operasional, hingga inefisiensi.

Lewat pemetaan industri, analisis model bisnis, dan perbandingan dengan global benchmark, ribuan BUMN tersebut dikelompokkan ke dalam empat skema penyehatan utama:

  • Likuidasi: Diterapkan bagi perusahaan dengan beban finansial yang melampaui nilai aset.
  • Divestasi: Dilakukan pada unit usaha non-inti seperti hotel, rumah sakit, jaringan serat optik, hingga jalan tol.
  • Konsolidasi & Merger: Penggabungan lintas BUMN, termasuk menyatukan 23 perusahaan industrial estate menjadi pengelola kawasan industri seluas 35 ribu hektare (terbesar di Asia Tenggara), integrasi 5 perusahaan manajemen aset, rencana konsolidasi 16 perusahaan asuransi, 60 rumah sakit, serta lebih dari 100 hotel.
  • Konsolidasi Internal: Penutupan 124 anak/cucu perusahaan PT Pertamina (Persero) dan 50 anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Melalui perampingan ini, total 1.074 perusahaan ditargetkan menyusut menjadi sekitar 200 perusahaan yang lebih kuat pada akhir tahun ini.

Pembenahan Tata Kelola dan Investasi

Transformasi ini juga menargetkan pembenahan governance akibat maraknya rekayasa keuangan (financial engineering), pembukuan tidak akurat, hingga penurunan nilai aset (impairment) yang menembus Rp100 triliun. Dony menyoroti masalah penyerapan investasi berlebih (overinvestment) tanpa perhitungan imbal hasil (return on investment), seperti proyek mangkrak PT Krakatau Steel (Persero) Tbk berbeban utang Rp26 triliun, serta utilitas pabrik PT Kimia Farma Tbk yang hanya beroperasi 40 persen.

Untuk mencegah masalah serupa, Danantara membentuk Komite Investasi. Setiap rencana investasi BUMN kini wajib melalui persetujuan komite guna memastikan kesesuaian dengan rencana kerja perusahaan.

Perubahan Model Bisnis dan Target Laba

Perubahan model bisnis telah diterapkan pada PT Pupuk Indonesia (Persero). Beralih dari skema cost-plus ke mark to market, Pupuk Indonesia berhasil menekan harga pupuk, meningkatkan laba hampir 300 persen, serta mendanai revitalisasi delapan pabrik baru. Efisiensi ini bertahap diterapkan pula pada PT PLN (Persero), industri semen, Pertamina, hingga PT Danareksa (Persero).

Transformasi skala besar ini diharapkan mampu mendongkrak kinerja keuangan BUMN secara signifikan. Pada tahun 2026, Danantara menargetkan perolehan keuntungan BUMN paling tidak mencapai Rp360 triliun untuk menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional (engine of growth).

KEYWORD :

Danantara Indonesia Dony Oskaria Badan Usaha Milik Negara




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :