Pertemuan PM Malaysia, Anwar Ibrahim dan pemimpin militer Myanmar, Min Aung Hlaing (Foto: Reuters)
Kuala Lumpur, Jurnas.com - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, memastikan bakal berupaya melakukan segala hal, guna memastikan Myanmar dapat berintegrasi kembali secara penuh ke dalam kelompok ASEAN. Penegasan tersebut disampaikan Anwar usai menggelar pertemuan bilateral dengan pemimpin militer Myanmar, Min Aung Hlaing, pada Kamis (8/10).
Pertemuan ini merupakan bagian dari lawatan dua hari Min Aung Hlaing ke Malaysia guna mencari pengakuan serta legitimasi internasional yang lebih luas, usai dilantik sebagai presiden pada April lalu melalui pemilu yang dicap sandiwara oleh negara-negara Barat dan kelompok pengawas hak asasi manusia.
Sejak kudeta militer pada 2021 yang memicu konflik bersenjata berkepanjangan di negaranya, Min Aung Hlaing beserta jajaran pejabat senior Myanmar dilarang menghadiri pertemuan puncak KTT ASEAN, akibat dinilai gagal mematuhi rencana damai Konsensus Lima Poin.
Kendati demikian, sejumlah negara anggota mulai berupaya memulihkan hubungan, dan Min Aung Hlaing sebelumnya juga telah menyambangi Thailand, Laos, Kamboja, dan Vietnam.
Meskipun mengakui adanya kekhawatiran yang terus berlanjut terkait proses demokrasi di Myanmar, Anwar menyatakan bahwa perbedaan pandangan yang ada harus tetap dihormati. Dia menilai Min Aung Hlaing telah menunjukkan iktikad baik dan kemauan untuk berkolaborasi.
"Saya ingin mengatakan bahwa kami dan pihak kami di Malaysia akan melakukan apa pun yang memungkinkan demi meningkatkan kolaborasi ini dan pada akhirnya merangkul Myanmar kembali sebagai bagian dari komunitas bangsa-bangsa kami, tanpa prasangka, dan khususnya dalam konteks ASEAN," kata Anwar dikutip dari CNA.
Di sisi lain, Min Aung Hlaing turut menyampaikan undangan resmi kepada PM Anwar Ibrahim untuk melawat ke Myanmar apabila waktunya sudah tepat.
Selain perihal keanggotaan ASEAN, agenda pertemuan kedua pemimpin berfokus pada program pemulangan ribuan warga negara Myanmar dari Malaysia. Anwar menyampaikan apresiasi kepada Min Aung Hlaing atas kesediaannya menerima pemulangan 10.493 warga Myanmar sejauh ini.
Malaysia menegaskan tidak dapat lagi menampung pengungsi asal Myanmar dengan alasan beban finansial dan risiko keamanan, terlebih Malaysia bukan negara penandatangan Konvensi Pengungsi PBB sehingga memperlakukan para pencari suaka sebagai imigran ilegal.
Min Aung Hlaing menyatakan bahwa warga Myanmar yang saat ini berada di pusat-pusat detensi imigrasi Malaysia akan segera dipulangkan secepat mungkin.
"Karena cuaca saat ini mendukung, saya akan mengirimkan kapal-kapal angkatan laut untuk memulangkan mereka," kata Min Aung Hlaing.
Pada bulan lalu, Malaysia telah memulangkan sekitar 1.500 orang menggunakan armada kapal angkatan laut Myanmar sebagai bagian dari program repatriasi bertahap yang diperkirakan mencakup deportasi hingga 5.000 orang.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Integrasi Myanmar ASEAN Anwar Ibrahim Pemulangan Pengungsi Rohingya
























