Selasa, 15/09/2026 15:10 WIB

Malaysia Sita Tiga Kontainer Tujuan Israel di Pelabuhan Johor





Otoritas keamanan Malaysia menyita sejumlah kontainer kargo tujuan Israel di Pelabuhan Tanjung Pelepas, Johor.

Tumpukan kontainer di Pelabuhan Johor, Malaysia (Foto: Reuters)

Kuala Lumpur, Jurnas.com - Otoritas keamanan Malaysia menyita sejumlah kontainer kargo tujuan Israel di Pelabuhan Tanjung Pelepas, Johor. Upaya ini mempertegas pengawasan ketat pemerintah Malaysia terhadap arus barang maritim yang terhubung dengan Israel di tengah tingginya sentimen anti-Israel di negara tersebut.

Tiga kontainer yang ditujukan ke Pelabuhan Ashdod di Tel Aviv ditahan sejak pertengahan Agustus dan belum dirilis hingga saat ini, karena masih menjalani investigasi otoritas setempat.

Penyitaan ini menyusul insiden awal pada 7 Agustus lalu, saat Badan Perlindungan dan Kontrol Perbatasan Malaysia menahan kontainer asal Filipina yang dicurigai membawa peralatan militer untuk Elbit Systems Ltd, sebuah perusahaan teknologi pertahanan Israel.

"Malaysia tidak akan menjadi perantara bagi arus perdagangan yang dapat mendukung atau berkontribusi pada kekejaman rezim Israel," ujar Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada awal Agustus lalu.

Dikutip dari Bloomberg pada Selasa (15/9), penyitaan tiga kontainer berikutnya terjadi pada 19 Agustus. Manifes pengiriman menunjukkan bahwa kontainer-kontainer yang diangkut oleh kargo A.P. Moller-Maersk A/S tersebut berisi komponen sepeda listrik dari produsen Tiongkok, Chongqing Mobimax Technology Co.

Data pelacakan menunjukkan seluruh kargo tersebut masih tertahan di Tanjung Pelepas, yang merupakan pelabuhan transipmen terbesar di Malaysia dan terletak dekat dengan Selat Malaka.

Malaysia secara tegas tidak memiliki hubungan diplomatik maupun perdagangan resmi dengan Israel. Berdasarkan undang-undang bea cukai nasional, segala bentuk kegiatan impor dan ekspor yang melibatkan Israel dilarang keras, meskipun aturan tersebut umumnya mengecualikan barang transit.

Pemerintah Malaysia di bawah kepemimpinan Anwar Ibrahim terus mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas yang berkaitan dengan Israel. Pada Desember 2023, Malaysia melarang kapal-kapal milik perusahaan pelayaran Israel, ZIM, untuk bersandar di seluruh pelabuhan nasional.

Selain itu, pada Juli 2026, otoritas Malaysia menutup lembaga akademi Network School di Johor setelah ditemukannya indikasi pendaftaran mahasiswa berpaspor Israel yang melanggar aturan imigrasi negara tersebut.

KEYWORD :

Kontainer Israel Malaysia Pelabuhan Johor Anwar Ibrahim Malaysia Anti Israel




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :