Pemain Valencia usai mengalami kekalahan atas Sevilla (Foto: talkSPORT)
Madrid, Jurnas.com - Klub papan atas Spanyol, Valencia, sedang berada dalam kondisi kekacauan hebat usai menempati posisi juru kunci klasemen La Liga tanpa satupun kemenangan dari lima laga awal musim ini. Situasi ini memicu pemecatan manajer Carlos Corberan serta Chief Executive Officer Ron Gourlay.
Kekalahan 0-1 dari Sevilla pada pekan lalu menjadi puncak terpuruk Los Che yang baru mengoleksi satu poin sejauh ini. Hasil buruk tersebut sangat mengkhawatirkan karena terjadi hanya beberapa bulan sebelum Valencia dijadwalkan pindah ke stadion baru mereka, Nou Mestalla.
Dua pengamat sepak bola Eropa, Kevin Hatchard dan Andy Brassell, menilai krisis di Valencia berakar dari manajemen pemilik klub, Peter Lim, yang dinilai tidak melakukan investasi memadai pada skuad.
"Corberan sebenarnya bertahan cukup lama untuk ukuran pelatih Valencia. Dia menyelamatkan mereka dari degradasi di musim pertamanya dan membawa peningkatan musim lalu. Namun kenyataannya, masalah ini melampaui urusan kepelatihan. Jika Anda tidak berinvestasi apa pun, apa yang Anda harapkan?" ujar Hatchard, dikutip dari talkSPORT pada Selasa (15/9).
Brassell menambahkan bahwa ancaman turun tahta ke LaLiga Segunda akan menjadi bencana besar mengingat Valencia dijadwalkan menempati stadion baru berkapasitas 70.000 penonton pada awal musim depan. Stadion senilai £275 juta tersebut telah dibangun selama 20 tahun dan diproyeksikan menjadi salah satu venue Piala Dunia 2030.
"Mereka benar-benar harus berada di kasta tertinggi saat pindah. Kapasitas 70.000 kursi itu sangat besar untuk diisi. Mereka harus memiliki tim yang sepadan untuk bermain di sana," kata Brassell.
Performa Valencia di lapangan mendapat kritik tajam dari para pengamat, khususnya saat dibantai 0-5 oleh Barcelona serta kekalahan dari Sevilla yang tampil dominan.
Di luar lapangan, internal tim sempat memanas akibat insiden pembacaan bibir yang melibatkan gelandang Barcelona, Rodri. Pemain timnas Spanyol tersebut terekam menyebut Valencia sebagai tim sampah. Meski Rodri akhirnya meminta maaf secara terbuka, Corberan sempat menyatakan menolak permohonan maaf tersebut.
"Sevilla berada dalam masalah keuangan yang bahkan lebih besar dari Valencia, tetapi Valencia membuat Sevilla terlihat seperti timnas Prancis tahun 1998. Penampilan mereka benar-benar buruk dan tidak bisa dimaafkan," tambah Brassell.
Perjalanan Valencia di awal musim ini diawali hasil imbang 0-0 melawan Celta Vigo, sebelum secara berturut-turut ditaklukkan Real Betis, Deportivo de La Coruna, Barcelona, dan Sevilla. Juara Spanyol musim 2003/2004 tersebut kini harus segera bangkit saat berhadapan dengan Alaves dan Real Sociedad sebelum jeda internasional.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Krisis Valencia Carlos Corberan Klasemen LaLiga Stadion Nou Mestalla
























