Kamis, 08/10/2026 14:58 WIB

Perempuan Penting di Balik Pendaratan Bulan NASA Tutup Usia





Ilmuwan asal Amerika Serikat (AS) yang memimpin pengembangan sistem komputer untuk program pendaratan di Bulan Apollo milik NASA, Margaret Hamilton, tutup usia

Pionir komputasi sistem NASA di balik pendaratan di Bulan, Margaret Hamilton (Foto: Arab News)

Washington, Jurnas.com - Ilmuwan asal Amerika Serikat (AS) yang memimpin pengembangan sistem komputer untuk program pendaratan di Bulan Apollo milik NASA, Margaret Hamilton, tutup usia pada umur 90 tahun.

Kabar duka tersebut diumumkan oleh almamater sekaligus mantan institusi tempatnya bekerja, Massachusetts Institute of Technology (MIT), yang menyatakan bahwa Hamilton wafat pada 30 September lalu. Hamilton mengajar di universitas bergengsi tersebut sejak 1959 hingga pertengahan dekade 1970-an dan dikenang luas sebagai pionir komputasi modern.

"Mengatakan bahwa Margaret Hamilton adalah seorang perintis, mengatakan bahwa ia mendahului zamannya, adalah pernyataan yang masih sangat merendahkan pencapaiannya," kata Olivier de Weck, Profesor Program Apollo sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Departemen Aeronautika dan Astronautika MIT, dikutip dari Arab News pada Kamis (8/10).

"Ia adalah seorang insinyur perangkat lunak pada masa ketika bidang tersebut masih berada pada tahap awal, dan ia tidak hanya mengembangkan kode canggih secara mandiri, tetapi juga memimpin sebuah tim dalam memanfaatkan teknologi baru tersebut untuk membangun salah satu sistem paling rumit yang pernah diciptakan umat manusia," tambah De Weck.

Program Apollo merupakan misi antariksa bersejarah yang memungkinkan Amerika Serikat mengungguli Uni Soviet dalam perlombaan untuk mendaratkan manusia pertama di permukaan Bulan.

Kepala NASA, Jared Isaacman, turut menyampaikan belasungkawa melalui platform X dengan menyebut Hamilton sebagai sosok perintis yang karya-karyanya memungkinkan terlaksananya program Apollo serta perjalanan pertama umat manusia ke Bulan.

Lahir di Indiana pada 1936, Hamilton menempuh pendidikan di bidang matematika sebelum pindah ke Boston, Massachusetts, bersama suaminya pada 1959. Sebelum terjun ke program luar angkasa, dia sempat bekerja di bidang meteorologi di MIT, hingga akhirnya bergabung dengan sebuah laboratorium pada 1965 yang tengah merekrut talenta untuk mengembangkan perangkat lunak demi mengirim manusia ke Bulan.

Di lingkungan MIT, Hamilton tercatat sebagai pemrogram pertama sekaligus pemrogram perempuan pertama dalam proyek Apollo. Pada 1968, dia dipercaya menjabat sebagai asisten direktur yang memimpin tim Modul Komando dan Layanan, membawahi lebih dari 400 tenaga kerja yang mengembangkan perangkat lunak misi tersebut.

Berkat kontribusi besarnya, mantan Presiden AS Barack Obama menganugerahi Hamilton penghargaan sipil tertinggi di Amerika Serikat, Presidential Medal of Freedom, pada 2016 silam.

Mengenang dedikasi masa mudanya, Hamilton sempat berbagi cerita kepada MIT News pada 2009 mengenai beratnya tanggung jawab yang diemban timnya. "Tidak ada kesempatan kedua. Kami sangat menyadari hal itu. Kami menjalankan tugas ini dengan amat serius, di mana banyak di antara kami memulai perjalanan ini saat masih berusia 20-an," kenang Hamilton.

Selain perannya dalam misi pendaratan di Bulan, Hamilton telah menerbitkan lebih dari 130 makalah ilmiah serta mendirikan dua perusahaan perangkat lunak, yaitu Higher Order Software dan Hamilton Technologies.

KEYWORD :

Margaret Hamilton Pionir Komputasi NASA Pendaratan Bulan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :