Presiden AS Donald Trump (Foto: Dennis Schneidler-Imagn/Reuters)
Jakarta, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kesepakatan dengan Iran bukan sesuatu yang benar-benar ingin dicapainya, meski ia menyebut Teheran bersedia menawarkan apa pun untuk menghentikan perang.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat berbicara di hadapan pendukungnya dalam kampanye di San Antonio, Texas, Rabu (7/10). Ia mengatakan utusan khususnya, Steve Witkoff, masih menjalankan negosiasi dengan Iran dan dinilai bekerja dengan baik.
“Dia sedang mengerjakan kesepakatan dengan Iran dan melakukannya dengan sangat baik. Saya pikir kesepakatan itu bukan sesuatu yang benar-benar ingin saya lakukan, tetapi mereka bersedia menawarkan apa pun kepada kita untuk berhenti,” kata Trump.
Trump juga menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. “Mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” ujarnya.
Ia memuji Witkoff sebagai negosiator hebat yang telah melakukan sejumlah hal luar biasa. Trump salah satunya merujuk pada kesepakatan gencatan senjata di Gaza yang sebelumnya melibatkan upaya diplomatik Witkoff.
Di tengah perundingan tersebut, Trump juga memperkirakan perang dengan Iran akan segera berakhir. Ia mengatakan perang itu harus segera dihentikan dan menyebut Iran sebagai “negara yang gagal”.
Pernyataan Trump muncul ketika sejumlah laporan media menyebut Gedung Putih telah meminta Pentagon menyiapkan sejumlah opsi serangan terhadap target-target di Iran. Opsi tersebut dilaporkan dapat dijalankan sebelum pemilu sela Amerika Serikat pada 3 November.
Perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari. Iran kemudian merespons dengan serangan rudal dan drone ke sejumlah wilayah di kawasan serta secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur strategis bagi pasokan energi dunia.
Upaya menghentikan konflik sebelumnya menghasilkan nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran pada Juni. Kesepakatan itu dicapai setelah Pakistan dan Qatar melakukan mediasi untuk menghentikan permusuhan sekaligus membuka jalan menuju perundingan.
Namun, pelaksanaan kesepakatan tersebut kemudian tersendat akibat perbedaan pendapat antara kedua pihak, termasuk menyangkut persoalan keamanan dan navigasi di Selat Hormuz. (*)
Sumber: Anadolu
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Presiden AS Donald Trump Perang Iran AS-Iran Perang AS





















