Kamis, 08/10/2026 16:09 WIB

Malaysia Kebut Proyek Pulau Reklamasi Khusus Industri Chip dan AI





Malaysia tengah membangun sebuah pulau buatan seluas 930 hektare bernama `Silicon Island` di lepas pantai selatan Penang, guna memperluas industri semikonduktor

Pulau reklamasi Malaysia, Silicon Island, khusus industri semikonduktor dan AI (Foto: Bloomberg)

Penang, Jurnas.com - Malaysia tengah membangun sebuah pulau buatan seluas 930 hektare bernama `Silicon Island` di lepas pantai selatan Penang, guna memperluas industri semikonduktor dan kecerdasan artifisial (AI).

Proyek reklamasi skala besar ini dirancang untuk mengatasi krisis keterbatasan lahan industri di Penang sekaligus memperkuat peran strategis Malaysia dalam rantai pasok chip global.

Menurut studi dari Deloitte, proyek ini diproyeksikan mampu menyumbang output ekonomi kumulatif sebesar 1,1 triliun ringgit bagi perekonomian Malaysia, serta menciptakan sekitar 220.000 lapangan kerja hingga 2050.

Setelah lebih dari lima dekade berkembang menjadi salah satu pusat manufaktur elektronik terkemuka di Asia Tenggara, negara bagian Penang kini menghadapi keterbatasan ruang industri yang kian menyempit.

Sejumlah raksasa teknologi dunia seperti Intel Corp, Advanced Micro Devices (AMD), dan ASE Technology Holding sebelumnya memperluas fasilitas manufaktur di kawasan klaster industri Bayan Lepas di dekat Bandara Internasional Penang.

"Silicon Island mewakili peluang penting untuk membangun kekuatan industri yang telah dimiliki Penang, sekaligus memposisikan negara bagian ini menghadapi fase berikutnya dari siklus teknologi global," kata Ketua Menteri Pulau Pinang, Chow Kon Yeow, dikutip dari Straits Times pada Kamis (8/10).

Melalui proyek ini, Malaysia berupaya melangkah lebih jauh dari kekuatan tradisionalnya di bidang perakitan dan pengujian chip menuju sektor bernilai ekonomi lebih tinggi, seperti perancangan semikonduktor dan pengemasan tingkat lanjut.

Proyek ini digarap oleh Silicon Island Development, entitas usaha patungan yang dimiliki 70 persen oleh raksasa infrastruktur Malaysia, Gamuda, dengan 30 persen kepemilikan dipegang oleh pemerintah negara bagian Penang.

Penang saat ini menyumbang sekitar 5 persen dari total ekspor semikonduktor dunia, dan produk semikonduktor mendominasi hampir tiga perempat dari total ekspor barang listrik dan elektronik Malaysia.

Presiden Asosiasi Industri Semikonduktor Malaysia (MSIA), Wong Siew Hai, menaikkan proyeksi ekspor sektor listrik dan elektronik nasional pada 2026 sebesar 13 persen menjadi lebih dari 900 miliar ringgit, seiring melesatnya pembangunan infrastruktur AI secara global.

Selain itu, eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan China turut mendorong perusahaan-perusahaan teknologi mendiversifikasi fasilitas produksi ke Asia Tenggara, demi mengurangi ketergantungan rantai pasok.

Chow mengungkapkan bahwa Silicon Island telah memikat minat kuat dari berbagai korporasi lokal maupun internasional, khususnya investor asal Taiwan dan Jepang. Wakil Direktur Proyek Silicon Island Development, Tan Jun Jing, menuturkan bahwa seorang calon investor asal Jepang bahkan menyambangi lokasi proyek hingga tiga kali dalam kurun dua bulan.

Menurut Tan, lonjakan permintaan dari pelanggan global seperti Intel dan Nvidia membuat para pemasok lebih memprioritaskan kecepatan penambahan kapasitas produksi dibanding pertimbangan biaya lahan.

"Komitmen yang dituntut perusahaan-perusahaan ini saat ini adalah `seberapa banyak dan seberapa cepat Anda bisa memproduksi?`. Itulah mengapa banyak dari mereka benar-benar menjajaki ekspansi demi memenuhi permintaan pelanggan," jelas Tan.

Proyek Silicon Island diperkirakan memerlukan waktu 3 hingga 4 tahun untuk proses reklamasi tanah secara penuh, serta hingga 15 tahun untuk pengembangan kawasan secara menyeluruh. Pihak pengembang menargetkan penjualan lahan industri dapat dimulai pada awal 2027, dengan operasional industri perdana dijadwalkan berjalan pada awal 2029.

Di jantung pulau buatan ini akan dibangun Green Tech Park seluas sekitar 283 hektare yang difokuskan pada perancangan chip, pengemasan mutakhir, dan pengujian otomatis, dan tahap pertamanya dirancang beroperasi penuh dengan pasokan energi terbarukan.

Selain fasilitas teknologi yang terhubung via jembatan 380 meter ke pulau utama, kawasan ini juga akan memuat sekitar 20.000 unit hunian, area komersial, serta ruang terbuka hijau. Silicon Island sekaligus menjadi titik awal jalur sistem kereta ringan pertama Penang, LRT Mutiara Line sepanjang 29,5 kilometer, yang direncanakan beroperasi pada akhir 2031.

Skala proyek reklamasi ini sempat memicu perbandingan dengan megaproyek Forest City di Johor selatan yang sempat lesu. Namun, Tan menegaskan bahwa Silicon Island memiliki keunggulan fundamental karena bertumpu langsung pada ekosistem industri cip yang telah eksis di depan mata.

KEYWORD :

Silicon Island Semikonduktor Malaysia Pulau Reklamasi Malaysia




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :