Wisma Danantara Indonesia. (Foto: setneg.go.id)
Jakarta, Jurnas.com - Danantara Indonesia terus memacu percepatan pembangunan pusat data (data center) guna menarik minat investasi dari raksasa teknologi global (hyperscaler). Langkah strategis ini diimbangi dengan penguatan dan penyelarasan kepastian regulasi untuk mendukung seluruh ekosistem infrastruktur digital di tanah air.
Managing Director Global Relations and Communications Danantara, Pahala Nugraha Mansury, menjelaskan bahwa Danantara Investment Management (DIM) saat ini memprioritaskan proyek-proyek bernilai komersial tinggi, terutama di sektor digital yang tengah mengalami pertumbuhan pesat.
“Salah satu sektor yang momentumnya sedang sangat baik sekali adalah investasi di bidang data center atau infrastruktur digital,” ujar Pahala dalam keterangan resminya, Kamis (8/10/2026).
Pahala menekankan bahwa industri pusat data memerlukan dukungan lintas sektor, khususnya pasokan energi listrik dan air yang stabil. Untuk itu, Danantara berkolaborasi dengan Kementerian Investasi dalam menyederhanakan serta menyelaraskan regulasi terkait (streamlining). Langkah ini diambil agar proses perizinan dan integrasi investasi berjalan lebih lancar.
Selain perbaikan regulasi, Danantara juga menyiapkan skema co-investment (investasi bersama). Melalui mekanisme ini, Danantara akan bertindak sebagai mitra strategis yang terlibat langsung dalam proyek (skin in the game), bukan sekadar pengelola dana.
Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian hukum sekaligus menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif bagi investor global yang ingin masuk ke Indonesia.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Danantara Indonesia Pahala Nugraha Mansury Pusat Data


























