Rabu, 07/10/2026 22:53 WIB

Peneliti Tewas Misterius, AS-WHO Desak Rusia Buka-bukaan





Permintaan yang diajukan AS dan WHO mencuat di tengah kekhawatiran internasional atas dugaan penularan pes paru (pneumonic plague) dari salah satu lab Rusia.

Ilustrasi peneliti di laboratorium (Foto: Aljazeera)

Moskow, Jurnas.com - Amerika Serikat dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi meminta Rusia memberikan informasi tambahan yang transparan, terkait kematian seorang peneliti di sebuah lembaga riset wabah pes di Irkutsk, Siberia. Permintaan ini mencuat di tengah kekhawatiran internasional atas dugaan penularan pes paru (pneumonic plague).

Penyelidikan internasional bermula usai kematian seorang peneliti wanita berusia 28 tahun yang bekerja di lembaga riset penanggulangan wabah pes di kota Irkutsk, kemudian dikabarkan meninggal dunia pada Jumat pekan lalu di sebuah rumah sakit di Shelekhov.

Berdasarkan laporan media lokal Rusia, People of Baikal, peneliti bernama Daria Shipilova tersebut diduga terinfeksi pes paru, menyusul insiden pecahnya tabung reaksi di dalam laboratorium. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa sekitar 200 orang yang diduga sempat melakukan kontak dengannya kini menjalani karantina

Kendati demikian, Rusia menyatakan bahwa penyebab pasti kematian korban belum dipastikan secara final, serta membantah keabsahan dokumen yang beredar luas di internet mengenai penerapan langkah-langkah darurat khusus penanganan wabah.

Rusia menambahkan bahwa tidak ditemukan patogen berbahaya tingkat tinggi pada orang-orang yang sempat diidentifikasi sebagai kontak erat, dan masa observasi medis terhadap mereka telah selesai.

"Amerika Serikat mendorong Rusia untuk transparan dan berbagi lebih banyak informasi dengan dunia agar kita semua dapat menangani situasi ini dengan layak," kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, dikutip dari Aljazeera pada Rabu (7/10).

Di Washington, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa dia telah menjadwalkan panggilan telepon dalam waktu dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, guna membahas perkembangan kasus ini. Ketika ditanya mengenai penilaian intelijen AS, Trump menyatakan bahwa diskusi mendalam tengah berlangsung dan pemerintah AS kemungkinan dapat memberikan informasi tambahan pada hari berikutnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengonfirmasi bahwa Rusia telah memberi tahu mengenai pelaksanaan investigasi epidemiologis, serta tidak adanya kasus pes yang tercatat secara resmi di Oblast Irkutsk.

Meski demikian, WHO tetap menuntut rincian tambahan untuk memastikan penyebab pasti pneumonia akut tersebut, serta meminta kejelasan atas laporan media mengenai adanya karyawan kedua yang dilaporkan terjangkit pneumonia dengan penyebab tidak diketahui.

Tedros menekankan bahwa pertukaran informasi yang cepat, lengkap, dan transparan sesuai Regulasi Kesehatan Internasional (IHR) sangat krusial demi menilai potensi risiko terhadap kesehatan publik.

KEYWORD :

Peneliti Rusia Meninggal Wabah Misterius Daria Shipilova WHO PBB




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :