Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov tiba untuk upacara penandatanganan perjanjian kerja sama antara Nikaragua dan wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia, di Moskow, Rusia, 22 September 2025. REUTERS
Moskow, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, mengumumkan bahwa Rusia telah menyetujui usulan Washington untuk mengadakan pertemuan trilateral bersama Amerika Serikat dan Ukraina, guna menyelesaikan konflik. Persetujuan tersebut juga mencakup penetapan jangka waktu pelaksanaan perundingan trilateral tersebut.
Dalam konferensi pers di Moskow pada Rabu (7/10), Lavrov menegaskan bahwa Presiden Vladimir Putin telah menyatakan persetujuan penuh terhadap usulan tersebut serta menyampaikan kesiapan Moskow untuk beralih ke kerja nyata yang serius.
Kendati demikian, Lavrov menuduh Ukraina selalu berusaha mengacaukan kesepakatan-kesepakatan yang telah dicapai sebelumnya, serta melancarkan serangan terhadap fasilitas sipil dan tempat pemungutan suara di Rusia.
Lavrov menegaskan bahwa inisiatif pertemuan ini bukan berasal dari Rusia, melainkan diajukan oleh AS. Dia menjelaskan bahwa Moskow ingin merealisasikan pemahaman bersama yang dicapai dalam pertemuan puncak antara Presiden Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump di Anchorage, Alaska, pada Agustus 2025.
Menurut Lavrov, inisiatif negosiasi trilateral antara Washington dan Kremlin sebelumnya berulang kali mengalami hambatan dan gangguan.
Dalam keterangannya, Lavrov mengulas kembali sejarah kegagalan negosiasi sejak tahun 2014 hingga rancangan penyelesaian menyeluruh yang sempat diparaf pada 2022.
Dia menuding negara-negara Eropa mencegah Kyiv menandatangani kesepakatan damai 2022 tersebut, serta menyebut mantan menteri luar negeri Inggris Boris Johnson turut ambil bagian dalam menjegal penyelesaian tersebut.
Lavrov juga menyoroti adanya tekanan besar dari negara-negara Eropa terhadap Rusia. Dia mengungkapkan bahwa negara-negara tersebut secara terang-terangan menyatakan telah mengubur usulan-usulan yang disepakati di Anchorage.
"Para pemimpin Eropa tidak menginginkan terwujudnya penyelesaian konflik secara menyeluruh," tegas Lavrov.
Lavrov menekankan kembali bahwa Moskow senantiasa siap untuk berunding secara serius, namun langkah tersebut terus dihadapkan pada sikap mengulur-ulur waktu dari Ukraina, serta tekanan Eropa yang menghalangi tercapainya kemajuan nyata.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Perang Rusia vs Ukraina Dialog Perdamaian Rusia Sergey Lavrov

























