Ilustrasi - WHO konfirmasi penyebab wabah penyakit misterius yang menyerang penumpang kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik (Foto: AFP)
Jakarta, Jurnas.com - Wabah penyakit misterius yang menyerang penumpang kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik kini mulai terungkap. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi bahwa Virus Andes, satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antar manusia, menjadi penyebab klaster infeksi tersebut.
Hingga kini, delapan orang dilaporkan terinfeksi, terdiri dari tiga kasus terkonfirmasi dan lima kasus suspek. Tiga orang di antaranya meninggal dunia.
Dikutip dari Live Science, konfirmasi tersebut didapat setelah laboratorium Pusat Penyakit Virus Emerging di Rumah Sakit Universitas Jenewa, Swiss, memeriksa sampel klinis salah satu pasien yang dirawat di Zurich.
Kepala Laboratorium Virologi Rumah Sakit Universitas Jenewa, Dr. Manuel Schibler, mengatakan hasil laboratorium memperkuat dugaan awal WHO terkait Virus Andes.
“Salah satu hantavirus diketahui dapat menularkan dirinya dari satu manusia ke manusia lain. Itu disebut Virus Andes,” ujar Manuel Schibler.
Ia menambahkan bahwa pihaknya sebenarnya berharap virus yang ditemukan bukan jenis hantavirus yang dapat menular antarmanusia.
“Jelas kami berharap ini adalah hantavirus yang tidak memiliki dokumentasi penularan antarmanusia. Namun sayangnya bukan itu yang terjadi,” katanya.
Kasus bermula dari munculnya sejumlah penumpang yang jatuh sakit selama pelayaran kapal ekspedisi MV Hondius.
Salah satu pasien yang kemudian dirawat di University Hospital of Zürich disebut segera datang ke rumah sakit setelah menerima email dari operator kapal terkait insiden kesehatan di atas kapal.
WHO menyebut pasien tersebut langsung ditempatkan dalam isolasi setibanya di rumah sakit sebagai langkah pencegahan penyebaran virus.
Selain Swiss, Institut Nasional Penyakit Menular Afrika Selatan juga mendeteksi Virus Andes pada sampel klinis penumpang kapal yang dirawat di Johannesburg.
Maria Van Kerkhove, Direktur Interim Kesiapsiagaan Epidemi dan Pencegahan Pandemi WHO, sebelumnya mengatakan lembaganya memang sudah bekerja dengan asumsi bahwa Virus Andes menjadi penyebab wabah di kapal tersebut.
“Kami mengambil langkah pencegahan yang diperlukan untuk mencegah kasus tambahan, termasuk isolasi terhadap pasien suspek,” ujar Van Kerkhove.
Hantavirus merupakan kelompok virus yang biasanya dibawa hewan pengerat seperti tikus. Penularan umumnya terjadi melalui paparan urine, air liur, atau kotoran hewan yang terinfeksi.
Namun Virus Andes berbeda dari hantavirus lainnya karena memiliki kemampuan menyebar dari manusia ke manusia, meski kasusnya relatif jarang.
Virus ini pertama kali banyak ditemukan di wilayah Amerika Selatan, terutama Chile dan Argentina.
Infeksi hantavirus sendiri dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru dan organ tubuh lain, dengan tingkat kematian yang cukup tinggi tergantung jenis virus dan kondisi pasien.
Hingga kini belum tersedia pengobatan khusus untuk menyembuhkan infeksi hantavirus. Penanganan medis difokuskan pada pengelolaan gejala dan dukungan intensif.
Meski bisa menular antarmanusia, para ahli menilai Virus Andes tidak menyebar secepat COVID-19 atau influenza.
“Ini bukan virus yang penularannya semudah COVID atau flu melalui saluran pernapasan. Itu cukup melegakan,” kata Schibler.
Namun ia menegaskan kewaspadaan tetap penting dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih luas.
“Penting untuk tetap waspada dan mengisolasi setiap kasus suspek secara cepat untuk membatasi penularan,” tambahnya.
WHO menyatakan investigasi epidemiologi masih terus berlangsung. Otoritas kesehatan kini fokus menelusuri sumber penularan, memeriksa seluruh penumpang, serta melakukan disinfeksi kapal.
Tiga pasien suspek lainnya telah dievakuasi ke Belanda untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan, sementara penumpang lain akan menjalani pemeriksaan kesehatan di Kepulauan Canary. (*)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Konfirmasi WHO Virus Andes Wabah Misterius Kapal Pesiar MV Hondius Kasus Hantavirus


























